Sunday, August 05, 2018

Ketika Menpar Arief Yahya Dan Mendes PDTT Bicara Tentang Gunung Kidul

Ademe gunung merapi purba
melu krungu swaramu ngomongke opo
Ademe gunung merapi purba
sing neng Nglanggeran Wonosari Yogyakarta


Satu tembang tentang Gunung Api Purba Nglanggeran begitu syahdu dinyanyikan Didi Kempot 31 Juli 2018 kemarin di Acara Dialog Nasional Yogyakarta bersama Menpar Arief Yahya dan Mendes PDTT( Mentri Desa Pembangunan DaerahTertinggal) Eko Putro Sandjoyo.




Tembang pembuka acara ini mengulik lagi  ingatan saya tentang perjalanan saya ke kawasan Nglanggeran beberapa waktu silam. Ya, satu tempat yang membuat saya terpesona dengan Gunung Kidul adalah  Nglanggeran. Saya terpesona dengan bagaimana peengelolaan Desa Wisata ini hingga benar-benar menjadi sebuah kawasan  dimana pariwisata dirasakan benar manfaatnya oleh masyarakat hingga ia mampu mengurangi urbanisasi lantaran banyak pemudanya yang kemudian ikut nyengkuyung menggarap wisata Desa mereka. Pun, saya juga kagum tentang bagaimana Nglanggeran menjadi sebuah kawasan wisata, yang benar-benar dikelola tanpa mengabaikan kelestarian ke depannya. 

Baca Juga



Usai penampilan Didi Kempot, Dialog Nasional kemarin, diawali dengan sambutan yang dilakukan oleh Bupati Gunung Kidul, dimana ia menyebutkan bagaimana Gunung Kidul menjadi daerah yang luar biasa berpotensi dari sisi pariwisata. Seperti keberadaan garis-garis pantai yang membentang luas, geopark pegunungan sewu , serta adanya sejumlah gua di sana. Namun dalam kesempatan ini, sang Bupati Gunung Kidul menekankan mengenai masih dibutuhkannya perhatian pengembangan pariwisata dan pembangunan desa.

Beliau juga sempat menyebutkan mengenai bagaimana Kawasan Pantai perlu untuk ditata ulang, dan mengingatkan bapak Menpar bahwa momen porak porandanya beberapa kawasan Pantai Gunung Kidul adalah saat yang tepat untuk menata ulang semuanya.

Dalam kesempatan wawancara dengan beberapa wartawan pun, Menpar menanggapi bahwasanya Menpar menunggu adanya proposal yang nantinya akan di follow up dengan dibantunya pembuatan  master plan yang bisa segera jadi di tahun 2019.\

Menpar mengingatkan pula bahwasanya kawasan pantai sudah seharusnya menjadi beranda depan rumah kita dimana hanya ada pantai dan laut. Sementara sudah selayaknya para pedagang ditata  di jalan dan bukan di tepi pantainya, sehingga keamanan pun lebih terjaga jika sewaktu-waktu terjadi gelombang tinggi seperti akhir-akhir ini.

Yeahh, dalam hati saya hanya bisa membatin sepakat, karena selain masalah keamanan, estetika dan kepuasan bermain-main di pantai pun lebih bisa didapat oleh pengunjung. Pun, saya rasa ini bisa mengurangi sampah pantai meskipun mungkin dengan porsi yang tak terlalu besar.

Dalam kesempatannya berdialog di panggung Menpar Arief Yahya menyampaikan bahwasanya 2019 Indonesia untuk pertama kalinya kontribusi ekonomi dari sektor pariwisata akan mengalahkan sektor migas dan sektor berbasis Sumber Daya Alam. Ia juga sempat menyampaikan bahwasanya sektor pariwisata saat ini dan di masa mendatang adalah andalan ekonomi Indonesia

 “Pariwisata adalah industri paling mudah dan murah untuk meningkatkan pendapatan dan membuka lapangan kerja,” ujarnya.

Sementara Mendes PDTT mengingatkan mengenai pesan Presiden Jokowi tentang “pertumbuhan ekonomi yang baik akan dibarengi dengan pengurangan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan yang akan akan menjadi sumbu efektif dalam mengurangi gejolak sosial”

Ia menjelaskan bahwasanya keberpihakan Pemerintah pada pembangunan ekonomi desa ditunjukkan dengan alokasi dana yang terus naik setiap tahun yangmana di tahun 2018 rata-rata per desa sudah mencapai Rp. 800 juta/bulan.

Secara garis besar kedua mentri menyampaikan mengenai Pemerintahan Jokowi mampu meninggalkan ketergantungan ekonomi dari SDA dengan membangun potensi ekonomi berbasis pariwisata  dan ekonomi pedesaan yang senada dengan Nawa Cita yang dicetuskan oleh presiden Joko Widodo.

Dan Kabupaten Gunung Kidul adalah contoh daerah yang minim SDA namun bisa bangkit perekonomian melalui sektor pariwisata dan pedesaannya

Dialog Nasional kemarin rasanya benar-benar mampu mempertemukan antara Warga, pejabat setempat dengan para Mentri. Terbukti momen ini dimanfaatkan benar oleh mereka untuk menyampaikan pesan dan uneg-uneg mengenai apa yang terjadi dan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Gunung Kidul utamanya dalam bidang pariwisata serta Pembangunan Desa Tertinggal

Selain Bupati Bu Badingah sejumlah pengelola kawasan wisata sekitar Gunung Kidul pun turut menyampaikan pesannya, seperti yang disampaikan oleh pengelola wisata Pantai Baron dimana ia menyampaikan bahwasanya ia sangat mengharap adanya bantuan untuk pengadaan Mobil Ambulance mengingat ambulance sangat penting untuk membantu mempercepat pertolongan apabila terdapat kejadian yang tidak diinginkan di kawasan Pantai Baron, mengingat Pantai ini memiliki pengunjung yang cukup banyak setiap waktunya.


Peserta yang lain pun sempat mengutarakan keresahannya mengenai masih banyaknya kawasan Gunung Kidul yang dilanda kekeringan, sehingga ia mengharapkan kepada Mendes PPDT untuk menghijaukan kawasan Gunung Kidul salah satunya dengan dibangunnya banyak embung, serta penghijauan layaknya yang dilakukan pada lahan kosong yang berada di wilayah Sumba.
***
Sebagai tukang dolan yang cukup sering main ke Gunung kidul saya ikut berharap, semoga ke depan Gunung Kidul semakin baik dan maju. Namun semoga ke depan kemajuan Gunung Kidul, tidak mengurangi kenyamanannya sebagai lokasi huni, tidak macet tentu saja, serta budaya masyarakat yang masih terjaga. Dan tentu saja semoga segala aspek kemajuan pariwisata, pengelolaannya dibarengi pertimbangan-pertimbangan mengenai kelestarian alamnya, kenyamanan penduduknya, dan tidak semata-mata memaksa melulu mengejar untung. 



Related Posts

Ketika Menpar Arief Yahya Dan Mendes PDTT Bicara Tentang Gunung Kidul
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Semoga yang tersaji, bisa bermakna.

Kalau kamu suka dengan artikel ini, jangan lupa share & like fanspage gubug kecil sang entung di facebook

Terima Kasih :)