Wednesday, February 28, 2018

Berhitung Terus Menuju Lampung, Cara Saya Menghemat Ongkos Perjalanan #CasioMyStyle

Kunci irit traveling itu, tetapkan budget dan jangan lupa kamu musti berhitung setiap waktu

***
Karena ada keperluan ke Jakarta, saya merasa sayang kalau sampai Ibukota tapi nggak kemana-mana. Sayapun berinisiatif buat ngajakin Nana, sepupu saya yang kini kos di Jakarta buat main.

Masalahnya, kondisi dompet saya dan Nana sama-sama sedang tipis. Biarpun saya pakai kereta ekonomi, yang namanya bokek dipaksa gimanapun tetep bokek. Meskipun saya alhamdulillah masih mampu beli tiket kereta kelas ekonomi , tapi kalau nekat pengen sekalian liburan ya mau nggak mau saya harus cari tempat liburan yang pualing irit biar dompet nggak kebobolan. Dan berdasarkan saran Antin, seorang teman blogger, saya disarankan buat ke Pulau Merak saja.


Sebuah Perencanaan


Sebagai sesama orang yang menyukai spontanitas, bisa dibilang saya dan Nana adalah orang yang malas kalau harus mikirin hal njlimet macem perencanaan. Tapi sebagai orang yang sedang dalam kondisi bokek nasional, kami sadar, perencanaan itu penting. Jadi kami tetep bikin ini. Meskipun yah, bikinnya mendadak. Menjelang tengah malam, sebelum esok paginya kami harus berangkat.

Menggunakan kalkulator Casio tipe SL-310UC-RD yang warnanya pink kemerahan, saya dan Nana berhitung hingga larut malam. Erin yang memutuskan ikut liburan dengan kamipun ikut menemani ngitung sambil ngegosip. 

Setelah dikalkulasi rupanya perkiraan pengeluaran kami nantinya lebih dari Rp. 50.000. Karena kami tidak hanya ke Pulau Merak, melainkan memutuskan pula untuk sekalian nyebrang ke Bakauheni, maka total perkiraan biaya keseluruhan sekitar Rp. 80.000 per orang

Sambil cocol-cocol tombol casio saya coba menghitung sisa uang saya di ATM, dan yahhh okelah, masih bisa lah. Untuk berjaga-jaga, kami maximalkan saja pengeluarannya menjadi Rp. 100.000 per orang.

Tapi yang namanya perkiraan pengeluaran ongkos traveling itu jarang benar-benar bisa pas. Seringnya ada kebutuhan lain yang luput diperhitungkan. Dan itu juga yang terjadi kemarin.

Banyak hal-hal tak terduga terjadi, ujung-ujungnya muncul pengeluaran yang luput perhitungan. Seperti harga tiket kereta yang naik dari perkiraan, dan yang terparah adalah liburan yang semula one day trip menjadi sebuah liburan two days trip. Otomatis dong, pengeluaran kita makin banyak.

Berhitung Biar Bisa Survive Dengan Keadaan Tak Terduga Kala Traveling

Kita memang nggak punya persiapan apa-apa buat bermalam di trip kemarin itu. Hyap, bayangin saja, tujuan kami memang main ke Pulau Merak sekalian nyebrang Bakauheni. Tapi ya mana kami tahu kalau Bakauheni itu adalah Lampung? Serius, kami baru benar-benar tahu saat kaki kami sudah benar-benar menginjak Lampung.

Karena nggak ngira Bakauheni itu Lampung ya kami kira penyebrangan hanya beberapa menit saja. Ehh, ternyata perjalanan sampai sekitar 2,5 jam. Ya sudah, kami benar-benar kemalaman hari itu. Maka mau tak mau kamipun terpaksa menginap disana. 

Padahal uang kami tinggal beberapa puluh ribu. Bekal pun hanya beberapa biji roti yang bersisa. Jadi biar bisa bertahan kami harus irit dan terus berhitung. Handpone kami low bet. Kami tak membawa charger, karena kami kira trip hanya satu hari. Beruntung saya membawa kalkulator casio. Kalkulator ini benar-benar bisa diandalkan saat kami butuh menghitung. Tak perlu susah-susah memaksakan handpone buat menyala untuk dipakai memperhitungkan pengeluaran. Cukup menyalakan tombol ON kalkulator saja perhitungan bisa dimulai.




Di Merak tadi saya sudah mengeluarkan kalkulator Casio guna menghitung pengeluaran akibat tarif kereta yang naik sebenarnya. Kini di Ruang Tunggu bakauheni kalkulator Casio kembali saya keluarkan. Yeah, #CasioMyStyle lah pokoknya. 

Sewaktu kami berada di Lampung,  hitung-menghitung makin kenceng kami lakukan karena kebutuhan pengeluaran makin santer.

Pengeluaran ini seperti: kami mau nggak mau beli pop mie dan nasi padang gegara bekal spagheti kami yang sudah disiapkan sedemikian hingga dan dimasak penuh suka cita ternyata sudah basi. Alamak, padahal perut kami keroncongan. Pupus deh khayalan kami makan spagethi di atas kapal. Sebagai gantinya kami beli satu Pop mie buat dimakan rame-rame.

Malam harinya ternyata jatah pop mie satu buat bertiga tak sanggup membendung gejolak asam lambung kami yang meronta lagi. Kami kelaparan lagi. Jadilah satu bungkus nasi padang lauk telur kami beli. Lagi-lagi, kami beli satu buat bertiga. Tapi rupanya, inipun belum sanggup membuat kami kenyang. Ya sudahlah, kami akhirnya tambah lagi dengan satu bungkus sayur padang yang juga kami beli buat dimakan bareng-bareng saat di Ruang Tunggu Bakauheni. Aihh, kalau inget ini bener-bener bikin ngakak-ngakak sendiri. Satu porsi buat ramai-ramai, biar hemat kuy!

Saya bersyukur, untungnya, pelabuhan Bakauheni memiliki ruang tunggu yang memang digunakan untuk menginap para penumpang secara gratis. Kalau nggak, nggak tau deh kami mau nginep dimana. Sisa uang kami mana cukup buat sewa penginapan?

Saat akhirnya kami sadar kami sudah ada di Lampung, malam-malam kami membuat rencana bahwa: esok hari kami akan pergi keliling-keliling di sekitar. Sudah sampai di Lampung, sayangkan kalau sampai nggak kemana-mana.

Kami sempat nego dengan tukang ojek resmi buat nganterin kita jalan-jalan. Tapi ternyata tarifnya nggak keangkut sama dompet. Ya sudah, batal ngojek. Usai hitung-menghitung dana ternyata kami hanya bisa sampai menara Siger saja itupun dengan jalan kaki. Baiklah, tak apa-apa, yang pentingkan udah sampai Lampung!

Walau harus melalui jarak yang agak jauh, melewati jalan menanjak dan sedikit terselip perasaan horor karena katanya Bakauheni daerah rawan begal, keesokan harinya akhirnya tiba juga kami di Menara Siger dengan selamat. 


“Kita di Lampung!!!” seru kita saat di atas Siger.

Menara Siger adalah bangunan menara tinggi yang sekaligus dijadikan ikon kota Lampung. Saat berada di perairan selat Sunda, Menara Siger terlihat jelas sebagai bangunan berwarna kuning. Menara yang sekaligus museum ini tidak mengecewakan kami. Lokasi yang rupanya titik 0 km Lampung ini memiliki suasana yang menyenangkan. Udaranya sejuk dan terlebih pemandangan ketinggian Bakauheni dari sini terlihat begitu memukau.

view bakauheni
view Bakauheni dari Siger

Nana dan Erin, di Menara Siger, kami hitung-hitungan lagi

Kami lumayan lama berada di sini saking tempatnya yang benar-benar nyenengin. Nggak kecewalah walaupun kami harus jalan kaki. Walaupun juga kami tidak masuk ke dalam menara karena Menara Siger baru buka sekitar pukul 10.00. Menikmati pemandangan di luar menara saja sudah bikin adem.

Kalkulator Casio Properti Ideal Buat Dibawa Traveling

casio colorful
Menara Siger & Casio
Traveling buat saya adalah kebutuhan. Hari-hari saya yang nyaris setiap waktu berkutat dengan laptop kadangkala menyelipkan kebosanan tersendiri. Kalau sudah bosan, mood pun bisa menurun drastis. Kalau mood sudah menurun, maka produktifitas pun akan ikutan turun. Kalau sudah seperti ini traveling jadi hal yang saya lakukan. Termasuk momen kemarin itu. Sekalian ke Jakarta sekalian traveling, sekalian refreshing. Bukan objek yang jadi incaran saya, tapi sensasi perjalanan itu yang saya cari. 

Meskipun demikian traveling bukanlah kebutuhan pokok. Biarpun saya juga butuh traveling untuk konten, tapi tetap itu bukan kebutuhan utama. Karena itulah perhitungan perlu, supaya traveling tidak mengganggu jatah uang untuk kebutuhan lain-lain yang lebih penting. 


Pertimbangan inilah yang membuat saya membeli Calculator Casio tipe SL-310UC-RD. Tujuannya biar saya nggak kebobolan saja saat traveling. Colorful Calculator ini kemarin saya beli dari mataharimall.com. Harga aslinya Rp. 90.000 tapi dapat diskon Rp. 18.000 dengan menggunakan kode promo “CASIOBLOGSG8168M

Ada beberapa kelebihan kalkulator Colorful Casio tipe SL-310UC-RD yang bikin saya seneng salah satunya adalah bentuknya yang slim. Dimensi ketebalannya hanya (tinggi x lebar x panjang) 8,4x70x118 mm dengan berat yang hanya 50 gr. Ringan banget.

casio design


CASIO My Style karena kalkulator ini pas banget diselipkan ke dalam saku samping ransel biar sewaktu-waktu bisa digunakan. Pilihan warnanya yang kece dengan bonus flip cover juga membuat kalkulator ini nggak ngisin-isini alias nggak memalukan saat dibawa kemana-mana. 


Casio My Style, background foto saat di Pulau Merak dan di atas kapal feri Merak-Bakauheni


Ada tiga jenis model Casio Colorful Calculator yang bisa dipilih dengan dimensi dan berat yang berbeda-beda:
1. Tipe MS-20UC: dimensi (22,8x105x149,5 mm), berat (110 gr)
2. Tipe MS-7UC : dimensi (19,4x85,5x120 mm), berat (70 gr)
3. Tipe SL-310UC : dimensi (8,4 x 70 x 118 mm), berat (50 gr)






Semuanya dengan pilihan warna berbeda-beda: merah, pink, biru, ungu, abu-abu, hitam, banyak pokoknya. Untuk mengetahui warna kalkulator Casio yang pas. Bisa klik ke http://www.knowyourcolor.id

Saya telat tahunya kalau ada cara cek warna yang sesuai dengan kepribadian kita ini. Usai saya melakukan cek seharusnya warna yang pas buat saya hijau. Tapi nggak papa lah. Habisnya warna pink kemerahan ini kelihatan kece. Dan menurut saya warna ini bikin suasana jadi ceria. Pas, sama suasana traveling yang identik dengan ceria meskipun budget kami pas-pasan kayak kemarin. Mau tau warna kalkulator yang pas buat kamu? Buruan cek juga.




Saya benar-benar bersyukur dengan perjalanan kemarin. Saya anggap Yang Di Atas sengaja memberi kejutan ini. Sudah lama saya ingin ke Lampung, tapi saya benar-benar tak menduga bakal seperti itu caranya. Hihihi, pulang dari Lampung kemarin benar-benar ada kepuasan tersendiri. Pengeluaran kami total akhirnya menjadi Rp. 113.000. Lebih Rp. 13.000 dari seharusnya maximal pengeluaran . Tapi nggak papa lah, Saya anggap Rp. 13.000 ini dianulir. Hihihi. 



Tujuan traveling itu salah satunya biar hati seneng, dan batin menjadi lebih baik karena bisa belajar dari apa yang ditemui dalam perjalanan. Tapi kalau pengeluaran selama traveling mengganggu dana untuk kebutuhan yang lain yang lebih penting, kita bukannya seneng, yang ada malah makin sepaneng. So, perhitungan saat traveling jadi kunci utama biar usai traveling hati tetep riang, otak lebih fresh, dan mood pun makin baik. Kalau mood baik, bawaannya semangat terus, dan produktifitas pun kian meroket.

So, jangan sepelekan perhitungan saat traveling. Bawa terus kalkulator Casio, biar bisa hitung-hitungan sepanjang perjalanan. Buat kamu yang ingin punya Calculator ini bisa dibeli di mataharimall.com atau klik melalui link ini. Lalu masukkan promo kode di bawah biar dapet potongan harga setiap pembelian kalkulator berwarna Casio
CASIOBLOGSG8168M


Related Posts

Berhitung Terus Menuju Lampung, Cara Saya Menghemat Ongkos Perjalanan #CasioMyStyle
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

6 comments

Tulis comments
avatar
04 March, 2018 14:59

waah, sepertinya saya suka yang warna biru :D

Reply
avatar
04 March, 2018 16:16

yup, casio emang keren kak

Reply
avatar
04 March, 2018 16:17

wah, cocok tuh buat cowok yang warna biru

Reply
avatar
04 March, 2018 17:26

Mantap jalan2nya. Walaulun budget terbatas, bisa sampai Lampung itu luar biasa.

Apalagi bagi saya yang ngga pernah ke sana 😊

Reply
avatar
06 March, 2018 05:55

Ya ampuun keren dan nekad banget kalian bertiga hihi

Reply

Semoga yang tersaji, bisa bermakna.

Kalau kamu suka dengan artikel ini, jangan lupa share & like fanspage gubug kecil sang entung di facebook

Terima Kasih :)