Sunday, January 28, 2018

Review Singkat Hotel Arra Cepu Blora


“Seriusan ini kamar kita?” sore hari itu saya dan dua orang teman terbengong-bengong dengan lokasi kamar hotel tempat kami menginap. Biarpun bukan kali pertama buat kami nginep di hotel, tapi ini kali pertama buat masing-masing kami nginep di family room. Dan yang membuat kami terbengong, karna fasilitas di kamar ini lumayan wah.

Monday, January 01, 2018

Bertandang Ke Pasar Pawon Solo

Mungkin belum banyak yang tahu tentang Pasar Pawon. Bahkan mungkin orang sekitaran Solo sendiri jarang yang tahu dan kenal dengan keberadaan Pasar Pawon.


Pun dengan saya, sebagai pendatang yang sekian tahun mengadu nasib di kota bengawan, baru beberapa waktu lalu tahu, bahwa di Solo, tepatnya di Baron Laweyan Surakarta, ada sebuah tempat yang disebut dengan Pasar Pawon.



Pasar Pawon Solo


Lantas, Sebenarnya Apa Itu Pasar Pawon?

Pawon merupakan singkatan dari Paguyuban Wedangan Baron. Jadi di tempat ini, para pedagang yang tergabung dalam Pawon menjual barang dagangannya yang berupa aneka camilan yang biasanya dijadikan peneman saat wedangan. 


Pasar Pawon difungsikan sebagai tempat kulakannya ‘bakul HIK’ di wilayah Solo Raya. Jadi, para penjual HIK atau bahasa Jogjanya angkringan, biasa mengambil camilan dari tempat ini. Pasar Pawon ramai dua kali dalam sehari.


susana pasar pawon Solo


Ketika sore sekitar pukul 14.00-16.00 Pasar Pawon ramai oleh para penjual HIK yang mengambil barang dagangan. Uniknya transaksi di Pasar Pawon adalah, jual beli dilakukan dengan sistem konsinasi. Jadi penjual HIK bisa mengambil dagangan terlebih dahulu. Baru kemudian keesokan paginya sekitar pukul 8.00-10.00 mereka membayar dagangannya yang telah laku. Sementara itu barang dagangan yang tidak laku atas dasar kesepakatan, bisa mereka kembalikan lagi kepada penjual di Pasar Pawon.

Sejarah Pasar Pawon


Saat mengunjungi Pasar Pawon, sebenarnya niatan saya adalah membeli nasi kucing. Atas rekomendasi teman yang lokasi rumahnya di dekat sana, ia bilang dekat Pasar Pawon ada penjual nasi kucing yang enak dan satu-satunya penjual nasi kucing yang buka di pagi hari. Biarpun nasi kucing di sini mahal (seharga 3.500 biasanya kan Cuma 2000 :-p) tapi memang beneran enak. Sambelnya pedasnya mantap.



Camilan semacam sate jeroan, gorengan, dan sebagainya jadi penganan yang dijual di sini


Dari tempat penjual nasi kucing ini, saya kemudian menghampiri Pasar Pawon. Sekedar melihat-lihat ada apa di sana. Saya sempat bercakap-cakap dengan salah satu pedagang Pawon. Darinya saya mendapat informasi bahwa Pasar Pawon pada awalnya bermula dari seorang pedagang dari Cawas Klaten yang berdagang di daerah Baron sekitar 50 an tahun lalu, seiring berjalannya waktu kemudian pedagang berkembang jadi banyak. Kini ada sekitar 60 an pedagang PAWON dan ada sekitar 300 an penjual HIK yang mengambil camilan di sini.

Jangan bayangkan Pasar Pawon layaknya pasar pada umumnya. Pasar ini hanya sempit. Berada di gang kecil yang kira-kira muat satu mobil, di sebelah aliran sungai Baron. Pasarnya hanya memiliki panjang sekitar mungkin 500 meteran dengan kiri kanan berupa meja tempat para pedgang PAWON meletakkan dagangannya.

Baca Juga





Solo seperti yang dikatakan IIS Dahlia, ‘hanya kota kecil’ jika perbandingannya adalah Jakarta. Namun banyak hal-hal menarik di kota ini yang tak akan ada habisnya untuk ditemui. Yeah, jadi jika mengunjungi Solo, terutama kalau sedang berada di daerah Laweyan, jangan lupakan untuk melipir sejenak ke Pasar Pawon, melihat transaksi para Bakul HIK kulakan penganan. Tenang saja, kalau kepincut dengan camilannya, biarpun hanya  orang biasa yang tidak jualan HIK, kita tetep bisa kok beli makanan di sini.


Thursday, December 28, 2017

10 Diantara 40 an Tempat Wisata Di Cirebon

Tak pernah terlintas di kepala saya untuk berkunjung ke Kota Cirebon. Daerah itu bahkan laksana angin lalu selama ini. Sebatas sebuah daerah, yang namanya tertulis di petunjuk arah manakala perjalanan menuju Jakarta.

Sampai kemudian, sebuah alasan khusus mengharuskan saya sedikit mengenal kota Cirebon. Browsing seputar Cirebon membuat saya jadi tahu, bahwa Cirebon ternyata memiliki potensi wisata yang tak bisa dipandang sebelah mata. Ada sekitar 40 tempat wisata di Cirebon yang membangkitkan rasa penasaran saya untuk mengunjunginya. 

Ini menarik, dari ke 40 itu, wisata Cirebon bukan sekedar wisata instagramable yang mengusung konsep ‘ikut-ikutan beken’ seperti yang banyak diusung beberapa tempat selama ini. Wisata Cirebon komplit, wisata religi ada, wisata alam ada, wisata sejarah, juga wisata buatan pun tersedia.
Lantas, apa saja tempat-tempat wisata di Cirebon tersebut? Nah di bawah ini 10 tempat wisata diantara 40 an tempat wisata Cirebon


1. Keraton Kasepuhan

kraton kasepuhan

Keraton ini berada di Lemahwungkuk Cirebon. Sebuah keraton yang dibangun oleh keturunan Sunan Gunung Jati, yakni Pangeran Mas Mochammad Arifin II. Keraton ini merupakan Keraton paling mewah di Cirebon

Singapura boleh berbangga punya patung Singa, tapi bangsa Indonesiapun juga harus bangga punya patung macan putih yang menunjukkan bahwa Kesultanan Cirebon merupakan simbol keluarga kerajaan Pajajaran. Lokasi patung ini berada di area Keraton Kasepuhan tepatnya di taman Bunderan Dewandaru.


2. Taman Sari Gua Sunyaragi

Sumber: carihargatiket.com
Taman ini masih berkaitan erat dengan sejarah Keraton Kasepuhan. Taman Sari Gua Sunyaragi merupakan sebuah taman yang dulunya ditujukan untuk tempat menyepi para Sultan dan keluarganya. Wisata Cirebon satu ini namanya berasal dari kata sunya yang memiliki artian senyap atau sepi sementara ragi artinya badan. Selaras dengan fungsinya yang memang untuk menyepi.


3. Cirebon Waterland Ade Irma Suryani

kolam renang cirebon


Wahana bermain milik pemkot ini dulunya bernama Taman Traffic Garden Cirebon lantas diganti menjadi Taman ade Irma Suryani yang kemudian dikembangkan menjadi Cirebon Waterland. Di tempat ini view yang bisa dilihat dan dinikmati adalah waterboom, restoran dalam kapal Cheng Ho, dermaga, Kolam arus, serta penginapan berupa cottage-cottage yang harga sewanya mencapai sejutaan per malam. Kalau melihat dari fotonya sepertinya menarik. Namun menghimpun dari berbagai sumber, tiket masukya mahal. Berkisar Rp. 50.000 hari biasa, sedangkn kalau liburan Rp. 65.000. Tapi kalau melihat dari fasilitasnya sepertinya seimbang.


4. Keraton Kanoman

wisata religi cirebon
Sumber Wikipedia
Keraton Kanoman merupakan keraton kedua yang ada di Cirebon. Keraton ini didirikan oleh Sultan Badaruddin yang memilih memisahkan diriddari Keraton Kasepuhan. Lokasi Kanoman hanya berjarak sekitar 600 meter dari Keraton Kasepuhan. Membaca-baca tentang Keraton Kanoman, ternyata Keraton ini juga menyisakan konflik kekuasaan bahkan hingga di era milenial. Tapi tetap saja Keraton ini menarik untuk dikunjungi 

5. Keraton Keprabon


Lokasinya tidak berada jauh dengan Keraton Kanoman. Keraton ini tidak seperti Keraton Kasepuhan maupun Keraton Kanoman yang memiliki arsitektur Keraton. Keprabon lebih memiliki arsitektur sebagai bangunan ndalem. Menurut sejarahnya, Keraton Keprabon didirikan oleh Pangeran Raja Adipati Keprabon yang keluar dari Keraton Kanoman. Namun beliau tidak memproklamirkan diri sebagai seorang Sultan, melainkan sebagai seseorang yang akan memperdalam ilmu agama. Darisitulah Keprabon lebih dikenal sebagai Paguron Keprabon


6. Keraton Kacirebonan

Sumber Wikipedia
Keraton ini berada 1 km dari Keraton Kasepuhan dan 500 meter dari keraton Kanoman. Keraton Kacirebonan merupakan keraton yg didirikan oleh PR. Anom Madenda yang seharusnya menjadi Sultan di Keraton Kanoman. Namun lantaran PR. Anom yang merupakan putra mahkota diasingkan Belanda ke Ambon, maka ketika kembali, atas kesepakatan keluarga beliau akhirnya mendirikan Keraton Kacirebonan.



7. Pantai Kejawanan

pantai kejawanan
Sumber: petawisata.com
Sebagai daerah pesisir utara, Cirebon juga memiliki Pantai dengan arus tenang layaknya pantai-pantai khas Laut Utara. Lokasi Pantai ini berada di Jln. Yos Sudaso Cirebon dekat dengan Pelabuhan Cirebon. 



8. Masjid Agung Sang cipta Rasa

Sumber: tripadvisor
Berada di komplek Keraton Kasepuhan Masjid ini konon merpakan masjid tertua yang ada di wilayah Cirebon. Ada yang unik dari masjid ini. Pintu gerbang masjid dibuat pendek, sehingga setiap orang yang masuk harus menunduk. Ini ditujukan sebagai simbol kesopanan dan penghormatan ketika masuk ke tempat ibadah


9. Alun-alun Kejaksan

alunalun kejaksan
Sumber: metrotvnews
Berwisata ke Cirebon bisa mendatangi Alun-alun Kejaksan. Seperti halnya alun-alun di tempat lain, alun-alun Kejaksan kerapkali difungsikan sebagai tempat bersantai untuk mencari kulineran. 


10. Masjid Panjunan


wisata religi panjunan



Masjid Panjunan adalah sebuah masjid yang bangunannya di dominasi oleh warna merah bata. Konon masjid ini merupakan masjid yang didirikan hanya dalam waktu semalam. Lokasi masjid Panjunan berada di kampung Panjunan, sebuah kampung pembuat jun atau keramik porselen.



Itu tadi 10 diantara 40 an wisata di Cirebon. Masih banyak lagi sebenarnya. Tapi menuliskan 10 saja sudah menghabiskan waktu saya berjam-jam lamanya saking banyaknya wisata di Cirebon yang erat kaitannya dengan sejarah. Dan cerita sejarah selalu menarik untuk ditelusuri. Pada akhirnya, waktu saya habis terlarut dalam bacaan-bacaan mengenai ragam sejarah Cirebon. Hihi, yahhh kapan-kapan saya sepertinya harus ke Cirebon. Mungkin nanti saya bisa mencari penginapan dengan harga miring di sana.

Hotel Yang Murah Di Kota Cirebon Saat Wisata di Cirebon


Penginapan dengan harga miring selalu menjadi incaran saya kalau sedang pergi ke suatu tempat. Yahh prinsip saya tujuan piknik adalah bukan untuk tidur, jadi mau tidur dimana itu bukanlah suatu masalah, selama tentu saja : tempatanya aman. Iyalah, saya kan perempuan.

Karena itu, selama pergi bukan dana dan non fasilitas sponsored, kalau nyari Hotel ya yang murah saja ^^. 

Nah, kalau nyari Hotel yang murah, biasanya booking di AiryRooms bisa dilakukan. Ada beberapa kelebihan yang dimiliki Airy Rooms yaitu:

1. Alasan pertama jelas karena hotel AiryRooms itu murah, 
2. Jaringan Airy Rooms merupakan jaringan hotel dan guest house terbesar di Indonesia dengan jumlah properti hotel terbanyak.
3. Penting lagi karena fasilitasnya oke (memiliki 7 jaminan fasilitas di setiap kamar : AC, TV layar datar, perlengkapan mandi, tempat tidur bersih, shower air hangat, air minum gratis, dan WiFi gratis).
4. Bisa dipesan melalui website, Android Apps daniOS Apps.
5. Untuk pembayaran flexible, bisa bayar lewat bank transfer dan juga kartu kredit.
6. Dan yang pasti, hotelnya mudah ditemukan.

Yahh, semoga nanti kapan-kapan bisa main-main ke Cirebon lantas mengunjugi satu persatu wisata di Cirebon dan menelusuri jejak perkembangan Islam di Kota Udang itu


Label: Sponsored Post


Friday, December 15, 2017

d'Season Premiere Jepara, Hotel Nyaman Dekat Pantai Bandengan

Sederhana dari luar, namun ternyata, menyimpan kecantikan di dalam. Itulah sepenggal kalimat yang saya pikirkan kala kaki melangkah ke luar kamar, lantas berjalan menyusur area samping kolam Hotel d’season Jepara.



dseason premiere hotel jepara


Jika hanya melihat hotel ini dari luar, mungkin saya tak akan mengira, jika ternyata Hotel d’Season Premiere merupakaan sebuah resort yang dilengkapi dengan kolam renang, serta private beach. Tampilan luarnya begitu sederhana, hanya terlihat sebagai penginapan biasa bertingkat dua. Kemewahan baru terasa saat memasuki kamar, dan semakin terasa kala melintas di samping kolam lalu membuang pandang ke arah laut.



Penampakan suasana Hotel Dseason dari salah satu kamar

Pasir putih terlihat diujung sesudah kolam, diapit rerumputan yang tertata rapi di kiri kanannya. Di atas rerumputan hijau itu, pohon-pohon kelapa terlihat cantik. Berdiri dengan jajaran berurutan. Di ujung pantai, ombak terlihat nyaris tak pernah bergulung, memberi hawa tenang khas lautan Jepara. Ketenangan perairan yang berbeda jauh dengan laut kidul.

d'Season hotel dilengkapi dengan tempat-tempat berjemur menghadap laut, serta sebuah ayunan untuk tamu bersantai. Tempat ini, sungguh cocok bagi orang-orang yang hendak mencari damai saat liburan.



Dua kali saya berkesempatan menginap di Dseason Premiere dalam rangka acara yang berbeda. Walau begitu, dari kesemua-semuanya, saya memiliki kesimpulan yang sama: cukup puas menginap di d'Season Hotel. Pelayannannya yang ramah, ditunjang fasilitas kamar yang ciamik, terutama kamar saya, yang di kunjungan pertama adalah kamar yang menghadap laut, adalah alasan saya berpendapat demikian. 





Melakukan tur hotel di Dseason Premiere, makin meyakinkan saya, bahwa hotel ini kece luar biasa. 

Ada beberapa fasilitas di Hotel ini seperti tempat fitnes, tempat spa, maupun sauna.


tempat spa jepara
lokasi spa

tempat sauna

Hotel Dseason Premiere Jepara memiliki beberapa tipe kamar, yaitu: businese room, executive room, junior suite serta d'Season Family Suite. Kamar yang paling jadi idola saya adalah kamar yang lokasinya di lantai dua, pas di tengah bangunan yang berbentuk U. Dari sini saya bisa dengan mudah memandang lepas ke pantai, maupun ke kolam renang. Cihui banget pokoknya.

Baca Juga




Lokasi d'Season Premiere Hotel sendiri cukup strategis. Hanya kisaran 10-15 menit dari Pantai Bandengan bila berjalan kaki. Sehingga hotel d’Season Jepara bisa dijadikan pilihan menginap saat mencari hotel yang dekat Pantai Bandengan.


kamar dseason hotel
Salah satu kamar dseason yang menghadap kolam


Berapa Tarif Menginap Di d'Season Hotel?

Apabila datang ke Jepara, Hotel d'season Premiere mungkin bisa menjadi rekomendasi. Saat kesana saya baru tahu bahwa Hotel ini rupanya juga memiliki beberapa cabang yakni di: Karimunjawa, serta Surabaya. Untuk tarif menginap di d'Season sendiri kisaran harga mulai 600.000 per malam. Tarif ini mungkin sedikit berbeda dengan ketika memesan menggunakan aplikasi-aplikasi traveling yang rata-rata harganya lebih murah.

Senja d d'Season Jepara



Hotel d’Season Jepara momen cantiknya semakin memancar saat mentari mulai kembali ke peraduan. Saya beruntung mendapat kamar yang langsung menghadap laut ketika kunjungan saya yang pertama. Dari kamar saya, pemandangan senja terlihat molek, hingga saya dan rekan sekamar saya enggan beranjak. Kami malas keluar kamar lantaran dari jendela yang seluruhnya terbuat dari kaca kami bisa melihat pemandangan itu dengan jelas. Yeah, kami berdua hanya duduk santai di kasur twin bed masing-masing, sembari membuka laptop menyelesaikan pekerjaan kami sendiri-sendiri. Sesekali disambi bertukar cerita, sesekali sembari melepaar pandang ke arah luar. Yeahh

“tak ada yang bisa mengkhianati indahnya senja”
Alamat D'season Jepara:
Jl. Pariwisata No.9, Bandengan, Kec. Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah 59412
Telepon: (0291) 7519888





Wednesday, November 29, 2017

Museum Karst, Si Cantik Yang Kemarin Terendam

Hujan yang mengguyur Wonogiri  sejak 27 November 2017 berdampak buruk pada salah satu Objek Wisata Wonogiri yakni Museum Kars. Museum yang konon merupakan museum karst terbesar se Asean ini, Selasa kemarin tergenang air. Berita Museum Kars yang banjir cukup viral, terbukti dari menyebarnya informasi kondisi Museum Karst kebanjiran di berbagai grup WAG dan linimasa media sosial saya.





Sebuah pertanyaan tentang bagaimana bisa Museum Karst kebanjiran yang diajukan seorang teman, sejatiya juga menggelayuti benak. Iya sih, lokasi Museum berada di cekungan, tapi bangunan Museum sendiri sudah ditinggikan. 


museum kars wonogiri
Museum Karst sebelum kebanjiran




Rasa penasaran itu juga menjadi bahan diskusi seru dengan adik lewat catingan WA kemarin. Jika Museum Karst Wonogiri sampai kebanjiran, itu berarti warung-warung di sana juga terendam? Lawong posisi museum sendiri sudah tinggi, sementara warung berada di bawah. Ya, walaupun warung-warung disana non permanen sih. Tapi kan tetep kasihan. Dan itu berarti, volume air di sana sangat-sangat tinggi. Museum yang sudah ditinggikan saja terendam.


Pagi hari, saya sampai membuat gambar analisa tak penting, tentang bagaimana itu terjadi, saking masih tak percaya kalau Museum Karst kebanjiran.


museum kars



Pada akhirnya berita video yang baru muncul saat hari mulai siang, membuktikan kenyataan bahwa benar, Museum Karst Pracimantoro Wonogiri kebanjiran. Dari situ baru saya benar-benar percaya.


Tak terbayang seperti apa kondisi Museum Karst nanti kalau sudah surut. Banyak peralatan di sana merupakan barang-barang elektronik, panel-panel edukasi dan ragam replika serta miniatur yang bercerita tentang karst dan kedupan masyarakat di daerah karst sejak era nenek moyang. Apalagi, Museum Karst memiliki 3 lantai, dimana lantai bawahnya memiliki isian yang cukup banyak karena memang menjadi lokasi kunjungan wisatawan.


Berita dari Timlo menyebutkan, banjir yang melanda Museum Karst ini merupakan luapan sungai dari 3 desa yang semuanya bermuara di satu luweng di dalam Goa. Luapan sungai yang berlebihan, membuat luweng tak sanggup menampung debit air. Karena itulah banjir di Museum Karst Wonogiri terjadi.


Tak jauh dari lokasi Museum, memang ada sebuah Goa yang disebut Goa Sodong, Goa yang memiliki sumber mata air yang hingga sebelum banjir masih digunakan sebagai tempat mandi warga inilah, muara dari air-air itu. 

Apa sih Museum Karst?

Mungkin yang belum tahu, jadi museum Karst ini adalah museum yang dibuat dengan tujuan pelestarian, konservasi kawasan kars, meningkatkan apresiasi masyarakat mengenai kawasan kars, meningkatkan potensi geologi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.



museum karst sebelum banjir










Museum ini difungsikan sebagai sarana penyebarluasan informasi tentang kawasan Kars Indonesia dan dunia. So bakalan ada banyak hal seputar Kars ketika kita masuk ke dalam


Proses terbentuknya karst, jenis-jenis karst di berbagai belahan dunia, bentuk-bentuk karst, dan pemanfaatan Karst dari jaman prasejarah dijelaskan secara apik melalui gambar, peraga, miniatur, dan peralatan audio visual di sana. 




Objek wisata Museum Karst juga dikelilingi dengan banyak Goa-goa di sekitarnya. Ada 7 macam Goa. Goa Tembus, yang bisa ditemui di dekat lokasi membayar tiket masuk kawasan karst, Goa Sodong, Goa mrico, Potro-Bunder, Gilap,Sapen dan Sonya Ruri.

Selain Goa, dulu sewaktu awal pembangunan, sempat terdengar kabar akan dibangun tempat peribadatan 5 agama di sini. Hingga kini, setahu saya yang sudah ada baru mushola, serta sebuah pura yang dibangun di posisi cukup tinggi di atas goa Sodong.

Yang paling menarik adalah, untuk masuk ke Museum Karst selama ini gratis. Pengunjung hanya membayar tiket masuk kawasan Karst sebesar: terakhir saya kesana 2016, hanya Rp. 3.000

Baca Juga




Hingga tulisan ini saya buat, hujan di Wonogiri tak jua reda (29-11-2017: 01.51). Yah, dan sepertinya ini juga senada dengan wilayah Pacitan serta Gunung Kidul yang juga mengalami kondisi serupa, efek dari Siklon Tropis Cempaka kata para orang pinter.


Ada satu status kece dari seorang teman fb:


Bumi sehari dimandikan

Matahari seperti disembunyikan.

Lalu penjual es seakan kehilangan pelanggan
Sementara abang tukang bakso kebanjiran orderan
Lantas kau pingin menyalahkan keadaan?
Jangan!
---@yusufcahyono----

Yah, apapun yang terjadi, percaya saja ada hikmah dari setiap kejadian, entah nanti atau entah sekarang, entah besuk. Keep positiv thinking. 


Semoga hujan segera berhenti,



***update: hujan sudah berhenti sekitr pukul 7.00


Lantas seperti apa museum karst sebelum banjir?
Ini videonya:

Tuesday, November 21, 2017

Klenteng Cu An Kiong, Rumah Candu, Juga Batik Lasem, 3 Wisata Lasem Yang Tak Boleh Terlewat

Lasem, adalah salah satu daerah di Rembang yang mendapat julukan Tiongkok kecil. Julukan yang erat kaitannya dengan keberadaan Lasem yang diyakini sebagai awal mula masuknya etnis Cina ke Jawa yang dipimpin oleh Laksamana Chengho. Wisata Lasem mungkin belum terlalu bergaung namanya. Bahkan beberapa ada yang menyebut Lasem sebagai kota tua yang terlupakan lantaran daerah ini tak banyak orang yang tahu.


Mendatangi Lasem, kesan pertama saya adalah sunyi. Tak banyak lalu lalang kendaraan. Beberapa rumah dengan pagar-pagar tembok bergaya cina terlihat kusam,  tak terawat seperti tak berpenghuni, seolah daerah ini daerah kuno yang sudah lama ditinggalkan


Lasem sebagai kota tua penuh sejarah, menawarkan beberapa peninggalan sejarah yang menarik sebetulnya.  Ada beberapa tempat wisata yang bisa dikunjungi kala datang ke Lasem Rembang yang sayang kalau sampai terlewatkan

1. Klenteng Cu An Kiong

klenteng cu an kiong lasem


Tempat Wisata Lasem yang pertama adalah Klenteng Cu An Kiong.

Beberapa sumber menyebutkan, Cina datang ke Indonesia dalam beberapa tahap. Tahap pertama adalah rombongan Laksamana Chengho, yang merupakan seorang Muslim Cina. Namun di kedatangan Cina selanjutnya, ialah rombongan Cina yang berpaham Konfusianisme. Sehingga tak heran jika Lasem juga memiliki beberapa bangunan klenteng.

Klenteng Cu An Kiong, merupakan klenteng tertua di Lasem, dan bahkan tertua di Jawa. Arti Cu an Kiong sendiri adalah “Temple of Mercy and Peace” Di Klenteng ini terdapat beberapa lukisan  tembok yang sudah berusia cukup lama setara dengan usia bangunan. Salah satunya adalah lukisan tentang 36 jenderal langit.

Saya tidak mengerti tentang arsitektur klenteng Cina. Tapi secara keseluruhan klenteng ini mirip dengan klenteng-klenteng lain. Berwarna khas merah, berhias patung, memiliki altar, dihias banyak lampion-lampion, terdapat kotak ramalan, serta terdapat ornamen-ornamen Cina di sana sini. Saya yang awam, hanya bisa menilai sebatas klenteng ini memiliki perbedaan dengan klenteng-klenteng yang pernah saya lihat dari sisi gapura serta ornamen gentingnya. Jika dibandingkan Sam Po Kong, ataupun klenteng di Pasar Gede, klenteng ini menurut saya lebih berkesan Cina klasik. Lantaran bentuk Gapura serta patung jendral langit yang menghiasinya mengingatkan saya dengan film-film silat Cina


2. Rumah Candu Atau Rumah Opium Rembang

Wisata Lasem Rembang
Gerbang Samping Lawang Ombo

Ketika peristiwa geger pecinan terjadi, banyak orang-orang Cina yang diusir dari Batavia. Mereka yang terusir, kemudian berlari ke beberapa tempat, salah satunya adalah ke Lasem, dimana kebanyakan saudara-saudara mereka lebih dulu tinggal. Hal ini berdampak pada semakin pesatnya perdagangan di kawasan Pelabuhan Lasem, yakni di depan Kelenteng Cu An Kiong. 

Majunya jalur perdagangan di Lasem, ikut pula berdampak pada majunya beberapa pebisnis opium.

Tak jauh dari Klenteng Cu An Kiong, terdapat sebuah tempat yang berjuluk Rumah Opium. Sebuah rumah berpagar tembok dengan dua pintu masuk di bagian depan dan samping.

wisata lawang ombo herritage lasem
lubang tempat penyelundupan


“Lawang Ombo Herritage” sebuah identitas yang terpasang di pintu samping rumah Opium. Tempat ini dulunya digunakan sebagai tempat penyelundupan opium oleh beberapa etnis Cina. Di dalam rumah tersebut terdapat sebuah lubang yang nampak kecil, dengan kedalaman sekitar 3,5 meter yang menghubungkan rumah dengan pelabuhan. Lubang inilah yang digunakan sebagai tempat menyelundupkan opium dari pelabuhan agar tidak diketahui oleh Belanda. Menurut cerita salah satu tur guide di sana, bahkan lubang tersebut juga menghubungkan pula dengan rumah-rumah lain yang juga sama-sama berbisnis opium.

Kini Rumah Opium sudah tak berpenghuni dan lebih digunakan sebagai jujugan bagi yang ingin mendatangi wisata Lasem. Hanya saja, salah satu keturunan pemilik rumah masih sering beberapa kali menilik ke dalam rumah tersebut.

Pemilik Rumah Opium yang sekarang

3. Batik Lasem

lasem batik

Jika Solo memiliki Kauman ataupun Laweyan sebagai pusatnya batik, maka Rembang memiliki Lasem. 

Batik Lasem dalam sejarahnya sudah terkenal sejak abad ke 13 di era Majapahit. Tetapi sebenarnya, batikLasem sudah ada sejak sebelum abad 13. Keberadaan Batik Lasem sangat dipengaruhi oleh kebudayaan China. Saat era pendaratan Laksamana Cheng Ho, sebagian armadanya menetap dan tinggal di Lasem. Salah satunya adalah Binang Un. Istrinya menjalin keakraban dengan warga sekitar, karena itulah motif-motif batik erat kaitannya dengan budaya cina.

Beberapa motif batik Lasem yang mencerminkan kebudayaan cina, adalah adanya gambar Burung Hong, naga, ataupun bunga teratai. Motif yang paling terkenal dari Batik Lasem adalah motif pesisiran. Dari sisi warna, Warna batik Lasem yang terkenal adalah abang getih pitik atau merah darah ayam. Bukan berarti warna merah batik Lasem dari darah ayam. Namun abang getih pitik ini menunjukkan bahwa warna merah pada batik Lasem lebih berkesan berani. Warnanya juga berbeda, hanya dimiliki oleh Batik khas Lasem.

Warna getih ayam ini, konon dikarenakan karena pewarna yang digunakan bercampur dengan mineral air Lasem. Tetapi sebenarnya, hal ini karena teknik pembuatan warna yang digunakan berbeda. Batik Lasem mempunyai kecenderungan motif yang ramai. Seperti banyaknya titik-titik di celah-celah gambar.

Itu tadi, tiga catatan wisata Lasem Yang Tak boleh terlewat

Sunday, November 12, 2017

Melihat Langsung Pembuatan Kain Tenun Troso Jepara

Seringnya, kota Jepara lebih dikenal sebagai kota ukir, ataupun mebel. Namun sebenarnya, potensi Jepara tidak hanya tentang ke dua hal itu. Jepara, juga memiliki kerajinan khas lainnya, salah satunya adalah Kain Tenun Troso. Disebut Kain Tenun Troso, karena kain tenun di sini diproduksi di desa Troso. Sebuah desa yang berada di Kecamatan Pecangan Jepara.


Mendatangi desa Troso, kami mengunjungi sentra tenun Mulia Tunggal. Ruang produksi tenun Mulia Tunggal, berupa sebuah rumah bertembok batu bata tinggi. Berlantai semen, tanpa jendela, dengan beberapa lubang sirkulasi udara di bagian atas, dan lubang-lubang kaca tempat masuknya cahaya. Hawa panas terasa saat memasukinya. Alat-alat tenun Bukan Mesin berjajar nyaris memenuhi separuh ruangan di sebelah kiri. Beberapa pekerja terlihat sibuk menaik turunkan alat tenun sembari menyesuaikan tatanan motif.

tenun troso

Di sisi kanan, 3 orang ibu-ibu terlihat menggerakkan roda seperti memintal benang. 

Niki namine malet, niki nyepul --ini namanya malet, ini nyepul--,” ujar salah satu ibu-ibu yang usianya terlihat paling senior dilanjutkan penjelasan tentang fungsi masing-masing.

Saya mengangguk-angguk saja mendengar penjelasannya meskipun saya tidak sepenuhnya mengerti, lantaran istilah-istilah tentang proses yang ia jelaskan adalah nama-nama asing yang baru hari itu saya dengar. 

Saya baru agak paham, ketika Pak Nur bercerita ulang tentang proses pembuatan kain Troso Jepara. Itupun, butuh waktu lama hingga saya bisa ngeh bahwa kain tenun troso terbuat dari 2 macam benang, yakni benang lungsi serta benang pakan. Benang lungsi nantinya akan digunakan sebagai benang yang posisinya membujur, sedangkan benang pakan akan digunakan dengan posisi melintang.

Benang pakan, dilakukan proses pemasangan ke dalam plangkan melalui proses yang disebut ngeteng. Setelah tertata dalam plangkan, selanjutnya dilakukan proses pewarnaan. Namun sebelum diwarna, plangkan dipasang motif dan diikat tali plastik pada bagian motif-motif yang dikehendaki. Bagian-bagian yang ditali nantinya akan terlindung dari bahan pewarna saat pencelupan.

Usai diwarna, benang dijemur, dilepas ikatannya dan dilakukan pemintalan lewat proses yag disebut malet. Selanjutnya benang siap dipakai untuk menenun bersama benang lungsi yang sudah diproses juga. Proses penyiapan benang lungsi diwarna dulu, kemudian disepul. Yakni dipintal ke dalam alat sepulan. Selanjutnya dilakukan proses nyekir dimana benang dipendah ke alat BUM sehingga benang nantinya bisa dipasang di alat tenun.

tenun troso pembuatan
Proses Ngeteng

kerajinan troso ikat
Proses nyepul( perempuan tengah) dan malet (perempuan kiri)
Alat sekiran
benang diikat
benang yang sudah diikat


Proses tenun ikat memang terkesan ruwet. Maka wajar kalau tenun troso memiliki harga yang tidak murah. Kain tenun troso harganya mulai 75.000 hingga jutaan rupiah tergantung ukuran dan kualitas.


tenun troso kain


Dari cerita Pak Nur, pemasaran Tenun troso di tempat ini menjangkau berbagai wilayah di Indonesia, namun paling banyak Bali. Dari Bali, ada pula tenun troso yang dijual kembali ke luar negri. Menurutnya, kain tenun troso memiliki keunggulan dari sisi kecepatan produksi serta kemampuan produksi yang lebih banyak dibandingkan daerah lain. 


Baca Juga




Nah, selain main ke pantai kartini maupun Karimunjawa, jangan sampai terlewat untuk berburu kain tenun troso jika datang ke kota Jepara


Saturday, November 11, 2017

6 Hal Ini Bisa Dilakukan Kalau Main Ke Pantai Kartini Jepara

Nama Pantai Kartini tentunya tak asing lagi bagi banyak orang. Pantai satu ini sudah menjadi ikon terkenalnya kota Jepara. Ini kali ke tiga saya datang kemari. Pertama dulu, hanya ke dermaganya saja karna musti cepat-cepat berangkat ke Karimunjawa. Kali kedua, adalah ketika saya hendak ke Pulau Panjang. Dan kali ketiga, adalah beberapa minggu lalu barengan para mahasiswa asing, genpi, serta Dinpar Jateng. Lantas, apa saja sih yang bisa dilakukan kalau datang ke Pantai Kartini?

Monday, November 06, 2017

Mengintip Pembuatan Bubur Asyura di Masjid Sunan Kudus

2 orang perempuan berhijab berjalan membawa tampah dengan isian makanan yang sekilas seperti adonan puli. Berwarna kekuningan tetapi di atasnya ada toping bulatan kecil seperti bakso, udang, serta aneka rupa lauk yang tampak menggoda. Panganan-panganan itu terusun rapi diatas piring-piring daun pisang yang membentuk lingkaran


pembagian bubur asyura kudus


“Ini bubur asyura yang mau dibagikan ke warga,” jelas salah satu dari mereka

Tuesday, October 24, 2017

Pesan Tiket dan Hotel Traveloka Sekaligus, Liburan Ke Bali Jadi Hemat Satu Juta

Entah kali keberapa sahabat saya mengajak ke Bali. Entah kali keberapa pula, saya tidak benar-benar serius menanggapi. Yeahh, Bali bukan prioritas untuk saya. Mau sih, tapi ya… nanti dulu lah