Sunday, January 20, 2019

Masa Lalu Waduk Gajah Mungkur Yang Datang Kembali

Pikiran saya mengudara, ketika mengajak Nana mendatangi area perkuburan di Wuryantoro yang biasanya tergenang air waduk Gajah Mungkur. Mengudara, dengan segudang imaji, membayangkan perasaan orang-orang jaman dulu. Mereka yang berbondong-bondong meninggalkan kampung halaman untuk melakukan transmigrasi ke sebuah tempat baru nun jauh di seberang pulau. Meninggalkan semua kenangan kampung halaman yang tak bisa lagi dikunjungi lantaran semuanya ditenggelamkan.


Monday, December 31, 2018

Kampung Wayang Desa Butuh Klaten, Semangat Berseri Menolak Punah

Selama ini saya mengira, faktor utama yang mempengaruhi kelanggengan ‘pengrajin budaya’ adalah masalah pasar (peminat) yang berkurang dari jaman ke jaman. Namun usai mendatangi Kampung Wayang di Desa Butuh Sidowarno, Klaten, baru saya paham, permasalahan kelanggengan pengrajin budaya itu terlalu sambung-sinambung dan kenyataannya masalah pasar justru bukanlah masalah yang paling krusial

***

Mengikuti petunjuk google map, saya membelah persawahan jalanan Sukoharjo yang mulai menghijau seiring datangnya musim penghujan bulan Desember. Jarak Sidowarno yang meskipun berada di wilayah Klaten, rupanya tak sampai sejam jika ditempuh dari lokasi saya di Wonogiri Kota. Lokasi kampung ini berdekatan dengan wilayah Kabupaten Sukoharjo, sehingga hanya dengan melewati jalur Wonogiri-Sukoharjo, kemudian berbelok di sebuah gang yang tak jauh dari lokasi Kabupaten Sukoharjo lantas dilanjutkan menerabas persawahan, saya sudah bisa mencapai kawasan Sidowarno dengan total perjalanan berkisar 45 menit saja.

Penanda memasuki Desa Sidowarno (docpri)


Tuesday, December 25, 2018

Tamasya ke Floating Market Lembang Makin Mudah dengan Traveloka

Saatnya bikin wisata di Floating Market makin mudah dan menyenangkan dengan layanan pemesanan tiket masuk dari Traveloka.


Bandung hadir menawarkan beragam atraksi dan destinasi bertema alam yang dijamin akan membuat liburan makin berkesan. Saatnya manfaatkan libur panjang yang sebentar lagi tiba dengan wisata ke Bandung guna menghabiskan momen istimewa bersama keluarga ataupun sahabat terdekat.



Lembang, tentu menjadi tempat pertama yang terlintas dalam pikiran saat bicara mengenai liburan di Bandung. Kawasan yang terkenal sejuk ini punya deretan atraksi wisata yang tak pernah ada kata habis dan membosankan untuk dijelajahi. Salah satu objek wisata terpopuler di Bandung adalah Floating Market Lembang.

Sunday, December 23, 2018

Abrakadabra Hostel, Penginapan Murah Solusi 'Nggembel' Di Jogjakarta

Sejatinya saya itu bukan ingin ke Jogja, saya maunya itu ke Singapura, Jepang, Australi, pokoke yang saya pengen itu sejatinya backpacker ke luar negri. Sayang, kantongan kok dari dulu cekak-cekak aja. Tabungan juga segitu-gitu aja, nggak nambah, nyusut malah iya. Kalau ada istilah saldo lima koma, yang berarti setiap tanggal lima pasti koma. Kalau saldo ATM saya, nggak kenal istilah-istilah begituan. Hla wong nggak usah nunggu tanggal lima, itu saldo koma terus nggak ada bangun-bangunnya. Kalau dibahasakan pakai bahasa medis sih sebutannya NDE (Near Death Experience). Yeahh, kondisi ATM saya cen lagi setara sama istilah Mati Suri. Fiuhh,,,

Tapi saya itu anaknya positif. Jadi biar kata saya belum sanggup ke luar negri, saya coba berpikir “Ohh, mungkin maksudnya Allah, saya disuruh ke Jogja dulu.”

Lohh, kok Jogja ??

Iya, soalnya ini kota yang paling terjangkau di kantongan. Saya kan pengen banget backpackeran ke luar negri terus njajal nginep di dormitory gitu. Nah karna belum sanggup, bahkan untuk sekedar jadi ‘gembel’ aka backpacker, jadilah saya beberapa waktu lalu nyoba jadi backpacker terus nginep  di Jogjakarta saja.

Nggembel kok di Jogja to Daaa??? Nggak ada keren-kerennya, blas! 

Haha, biar.

Abrakadabra Hostel, Solusi Menginap Murah Di Jogjakarta

Abrakadabra Hostel

Friday, November 30, 2018

Paxel Kirim Oleh-Oleh Traveling Bisa Di Hari yang sama

Yang nyebelin dari traveling, terkadang adalah saat kita dimintai oleh-oleh. Pasalnya, seringnya itu pas saya kagak punya duit  yang minta oleh-oleh minta oleh-olehnya dianterin. Ini yang kadang bikin males. Masalahnya, sesudah dari perjalanan saja badan rasanya capek luar biasa. Ini, masih harus diminta untuk nganter. Kalau barang berupa benda yang awet sih bisa dianter kapan-kapan. Tapi kalau barang berupa makanan yang jangka waktunya cuma beberapa hari, ini yang susah.

Paxel, Kirim Oleh-oleh Cuma Sehari

Sewaktu menghadiri acara pengenalan product Paxel tempo hari, saya seneng. Pasalnya, saya jadi tahu bahwa kini perkara nganter barang seperti oleh-oleh jadi lebih ringkas lantaran ada Paxel yang bisa ngirim paketan cuma dalam waktu satu hari.


Mungkin yang baru mendengar namanya akan bertanya-tanya, Apa sih Paxel itu?

Thursday, November 22, 2018

Bertandang ke Desa Sade Lombok Usai Gempa

Selama ini yang saya tahu, Lombok hanya molek dengan pantainya, dan gagah dengan Gunung Rinjaninya. Kemana saja saya selama ini? Baru saya tahu, bahwasanya Lombok memiliki tempat wisata berupa desa adat.

desa sade


Friday, October 19, 2018

Menyapa Misteri Omah Tiban Bubakan Girimarto

“Nanti kita lewat di Omah Tiban,” terang pakde saat mobil yang ia sopiri sampai di daerah Girimarto.
Hari itu, perjalanan kami adalah menuju Candi Muncar, sebuah wisata telaga yang catatanya bisa dibaca di tulisan saya sebelumnya.

“Masjid Tiban?” tanya saya yang semula mengira Masjid Tiban dan Omah Tiban itu dua hal yang sama.

“Bukan, Masjid Tiban itu yang di daerah Baturetno. Nanti kita lewat di Omah Tiban. Petilasannya Pangeran Sambernyowo,” terangnya lagi. Saya hanya ber o ria. Pun dengan sepupu.

Tiba di sebuah perempatan jalan, sebuah rumah berwarna kuning kehijauan berdiri. Di depannya terdapat pohon beringin tinggi dengan dedaunan yang lumayan rindang, teduh menaungi. Memberikan kesan gelap, dan sedikit spooky ketika kami melewatinya.

omah tiban


Wednesday, October 17, 2018

Warung Gongso, Pilihan Kuliner Serba Gongso Di Kota Solo

Ragam pilihan kuliner Kota Solo ada sebegitu banyaknya. Bahkan belakangan kota ini rasanya tumbuh menjadi kota kuliner. Dimana-mana, dengan mudahnya bisa kita jumpai tempat makan, dari yang bentuknya warung biasa, hik, kaki lima, sampai restoran dan cafe. Buanyak pilihan memang. Tapi dari sekian banyak pilihan ada satu tempat makan di Solo yang lumayan punya nama dan bakalan memanjakan kamu pecinta masakan gongso utamanya buat kalian yang gemar makan iga, iso, babat dan kikil. Nama warung tersebut adalah “Warung Gongso”.

Nama warungnya sebenarnya ya cuma “Warung Gongso” begitu saja. Banyak juga yang menyebutnya Warung Gongso belakang Solo Square. Tapi saya sendiri lebih suka memanggilnya dengan sebutan “Warung Gongso WG”. Sesuai dengan simbol yang nangkring di logo warung.

Sejatinya saya sudah pengen cobain makan berbagai gongsonan di sini sejak dari dulu-dulu. Warung Gongso WG cukup tenar, makanya saya ikutan penasaran untuk menjajal apakah ini warung beneran enak atau nggak.

Mencicip 17 Menu Gongso di Warung Gongso Solo

menu warung gongso

Kursi-kursi terlihat penuh saat saya datang . Hanya tersisa 2 bagian tempat yang masih kosong. Satu bagian kursi grup yang muat sekitar 6 orangan. Satu lagi kursi untuk 2 orang. Hemm, beneran, ramai ternyata.

Sunday, October 14, 2018

Menara Eiffel, Patung Liberty Hingga Patung Susu Tumpah, Kebanggan Baru Kota Boyolali

Bermula dari njagong ke Boyolali, siapa sangka saya dan seorang teman akhirnya malah piknik ke Perancis, Amerika, bahkkan Italia. 3 negara 2 benua dalam satu waktu. Asiknya lagi tanpa paspor. Kurang keren apa coba saya ini?

Lohh, kok bisa?

Haha. Iyalah. Karena saya datang ke Eropa dan Amerika versi KW-KW an. Jadi ya yang saya lihat hanya Paris-parisan, Italia-italianan, dan Liberty-libertynan. Yap, tempat yang tidak sengaja saya kunjungi ini adalah Menara Eiffel, Menara Pisa serta Patung Liberty KW yang ada di Boyolali. Nama dari ketiga keajaiban dunia tersebut adalah Taman Tiga Menara

Taman Tiga Menara, 7 Keajaiban Dunia Versi Boyolali

Awalnya nggak sedikitpun ada niatan datang kemari karna sejatinya saya nggak terlalu suka wisata KW-KW an. Tapi berhubung tempat njagong saya hanya beberapa meter dari Menara Eiffel versi Boyolali, ya sudahlah sekalian aja mampir. Siapa tau, habis liat yang KW, terus dua bulan kemudian bisa beneran dateng ke sana kan ya siapa tau. Wekekek

patung liberty boyolali

Saturday, October 13, 2018

Hanya Sebuah Pemikiran Usai Pulang Dari Lombok

“Barangkali di sana ada jawabnya,
mengapa di dusunku terjadi gempa?
Mungkin Tuhan mulai enggan
melihat tingkah anak muda
yang selalu salah dan bangga,
kepada dosa-dosa...”

Sebuah video hasil rekaman salah satu anggota tim kami yang menshoot salah seorang ibu-ibu korban gempa Lombok yang bernyanyi menggubah lirik lagu Bang Ebbiet di dalam tenda entah kenapa mengaduk perasaan saya. Trenyuh. Wajah yang polos, pasrah, sekaligus prihatin terpancar di wajahnya.


Sebuah pertanyaan mengapa, wajar tentunya ditanyakan olehnya. Wajar pula tentunya ketika kemudian saya atau anda ikut bertanya-tanya mengapa gempa terjadi? Mengapa bencana terjadi di tanah air?

mainan bego diantara puing reruntuhan gempa lombok
docpri