Sunday, May 20, 2018

26 Rekomendasi Tempat Wisata Wonogiri Yang Bikin Mudikmu Makin Seru!

Baiklah, pumpung hari ini, 19 Mei 2018 bertepatan dengan ulang tahun Wongiri yang ke 277, maka saya sengaja membuat postingan khusus, seperti kala Ulang Tahun Wonogiri sebelum-sebelumnya. Karena ultah Wonogiri kali ini bertepatan dengan bulan spesial yakni bulan Ramadhan, maka postingan kali ini pun spesial. Spesial membahas tempat-tempat wisata Wonogiri yang lama maupun baru. 

Harapannya, pembaca yang sebentar lagi mau mudik bisa menikmati sederet Wisata Wonogiri yang akhir-akhir ini kian menarik. Nah, mana saja  tempat wisata Wonogiri yang nantinya bikin mudikmu makin seru? Simak sampai akhir yak!

1. Bergaya Ala Capadochia di Watu Cenik

Watu Cenik masuk dalam kawasan Objek Wisata desa Sendang Pinilih. Spot-spot selfie seperti balon udara, ditawarkan di Watu Cenik. Jadi kamu bisa narsis ala-ala di Capadochia Turki sana. 

docpri
Saat poto, pura-pura saja balon udaranya terbang. Jadi ngambil fotonya jangan samapai kelihatan bawahnya ya ^^Haha

Mengunjungi Watu Cenik, kamu bakal mendapati pemandangan kece Waduk Gajah Mungkur yang nampak amazing dengan deretan karambanya.


Waktu terbaik kalau berkunjung kemari adalah saat pagi hari dimana kabut tipis masih menggantung, maupun sore hari saat mentari pelan-pelan berpulang ke peraduan. Syahdu dan romantis abis.\

Saya sudah pernah memposting tentang tempat ini. Jadi untuk pembahasan detail lokasi, dan detail penampakan watu cenik maupun videonya, bisa disimak di postingan sebelumnya ya.

Baca Juga



2. Nonton Paralayang di Puncak Joglo

Puncak Joglo atau yang biasa disebut Bukit Joglo, atau bernama lain lagi Bukit Ganthole sebenarnya merupakan landasan pacu paralayang.

Dari beberapa informasi yang pernah saya terima, landasan pacu paralayang di bukit ini tergolong landasan pacu yang cukup sulit. Jadi harus dia yang benar-benar sudah pro kalau mau terbang kemari. Huhu, padahal saya pengen banget tuh bisa ngikut terbang di sini.

Well, Puncak Joglo tetep bisa dinikmati oleh kita-kita yang Cuma pengen sekedar wisata tipis-tipis nontoni indahnya bentangan alam Wonogiri.

Saat dimari, pemandangannya sama dengan Watu Cenik, Waduk Gajah Mungkur juga terlihat. Hanya saja, karena lokasinya jauh lebih tinggi dari Watu Cenik, jadi sudut viewnya lebih luas. Di sini tak ada spot selfie macam Watu Cenik. Tapi kamu bisa mencoba sensasi asik jalan meniti di landasan pacu paralayangnya yang miring. Keliatannya horor sih, tapi kalau udah dicoba jalan, ternyata biasa aja. Haha, asal hati-hati saja dan yakini kalau kamu bisa dan berani. Tapi kalau tak berani, ya duduk-duduk saja menikmati angin sepoi-sepoi. Gitu saja sudah cukup asyik, kok!

Nah, menurut informasi dari admin Bumdes Sendang Pinilih, sekitar Agustus atau September nanti, bakalan ada festival Paralayang. Jadi pas kemari bisa tuh selain nonton pemandangan sekalian nonton festival Paralayang

Ini saya embed video instagram dari kenalannya seorang kenalan yang saya sendiri sebenarnya tidak kenal. Haha. Tapi videonya bagus, jadi saya share di sini, karena foto-foto Bukit Joglo milik saya sudah terlalu lawas


3. Treking Seru Ke Soko Gunung

Masih berada satu kawasan dengan Watu Cenik maupun Bukit Joglo, Soko Gunung merupakan sebuah menara pandang yang untuk menggapainya kamu perlu sedikit usaha.

docpri

Tak seperti dua tempat wisata sebelumnya yang hanya perlu sebentar berjalan. Untuk menggapai menara pandang Soko Gunung, kamu perlu berlelah-lelah sekitar 10 menit menaiki tangga-tangga tanah, dan mendaki ala-ala. Tapi biarpun saya menyebutnya ala-ala, jangan diremehkan yak. Lumayan bikin capek.

Tapi tetep, seru! Apalagi kalau kamu berjalan beriringan dengan orang-orang tersayang. Haishhh.

Well, Soko gunung memiliki beberapa menara pandang yang kece dijadikan spot-spot selfie. Terakhir kemari ada 3 gardu pandang yang berada di tempat yang berbeda. Agak jauh satu dan yang lain. Jadi view yang ditawarkan pun berbeda-beda sudut pandangnya.

Detail tentang Soko Gunung pernah juga saya tulis di post sebelumnya:
Dibaca yak!

4. Menengok Sepinya Kedung Lumbung

Yang satu ini, bukan kawasan wisata ya. Maksud saya, ini bukan tempat wisata yang dikelola. Tapi buat kamu yang sekedar penasaran seperti apa Kedung Lumbung bisa tuh datang kemari.



Untuk detail gambaran bagaimana kondisi Kedung Lumbung bisa tengok juga postingan saya sebelumnya. Namun ingat yak, kalau kemari hati-hati. Sepi, licin dan baiknya nggak datang sendiri.

Oh ya, satu lagi, bawa pulang kembali sampahmu! Karena aliran Kedung Lumbung pada akhirnya bermuara di Waduk Gajah Mungkur. Padahal Waduk Gajah Mungkur itu sumber airnya kita-kita warga Wonogiri. Jadi awas saja kalau nyampah. Kualat kamu ntar :-D

5. Omah Piring

Tak jauh dari 4 lokasi wisata di atas, kamu bisa menjumpai Omah Piring. Jadi Omah Piring ini lokasi spot selfie yang mana backgroundnya berupa piring-piring keramik. Untuk berfoto di sini kamu bisa bayar seikhlasnya.

Karena males bongkar arsip poto, saya ambil saja dari internet
sumber: @iindriana_11

Nah, kalau kamu berniat membeli keramik-keramik porselen, kamu bisa membelinya di toko keramik yang lokasinya sebelum Omah Piring ini. Toko Keramik ini masih satu kepemilikan dengan Omah Piring. Saat di toko inipun kamu bisa pula narsis-narsis di keramik-keramik uniknya yang instagramable.

Untuk keramiknya sendiri tersedia bentuk pot, guci, piring, gelas, macem-macem. Cocok dijadikan perabot penghias ruangan. Bikin rumah semakin berkesan mewah

6. Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur


Tempat wisata Wonogiri paling ikonik, tentu saja adalah lokasi ini. Belum sah mudik ke Wonogiri kalau belum mampir lagi ke OW Waduk Gajah Mungkur. Saya rasanya sudah buanyak menuliskan beberapa post tentang tempat ini. Seperti ketika jalan-jalan menengok Panamtu beberapa hari usai ia mengamuk, atau pernah juga post tentang Taman Tombo Galau pas lagi anyar-anyarnya

Oh iya, ada juga tentang kerennya Waterboom Waduk Gajah Mungkur yang wahananya komplit tapi dengan harganya yang murah meriah.

Nah ada juga tuh postingan tentang Wahana baru Omah Jungkir yang merupakan upsite down world termurah di dunia karena Cuma bayar Rp. 5.000 aja.

Pokoknya, kalau kamu bingung ke Waduk gajah Mungkur mau ngapain saja, tinggal baca saja ringkasan hal-hal yang bisa kamu lakukan kalau datang ke Waduk Gajah Mungkur di link berikut.

7. Melihat Simbol Keikhlasan Warga Wonogiri melalui Patung Bedhol Desa Plaza Wonogiri

Orang Wonogiri menyebut lokasi dimana patung Monumen Bedhol Desa berdiri dengan sebutan Plaza.


Jadi seringnya kalau saya ngobrol sama temen-temen di Solo, saat menyebut Plaza, mereka pasti mengerutkan kening. Karena bayangan mereka Plaza itu nama mall. Hehe

Sebagai pengingat bahwa jaman dahulu kala pernah terjadi transmigrasi bedhol desa besar-besaran di Wonogiri, maka dibangunlah patung Monumen Bedhol Desa ini. Patung ini berada tidak jauh dari kendali pusat Waduk Gajah Mungkur. Dari sini, kamu bisa duduk-duduk di kursi yang mirip stadion. Menikmati hari sambil berbagi cerita dengan temen atau orang-orang spesial.

Waktu ideal datang kemari adalah saat hari Minggu pagi, atau saat sore. Karena umumnya ramai oleh penjual makanan plus terkadang ada wahana permainan anaknya.

Kalau kamu mau memancing, bisa banget. Tempat ini sering pula digunakan oleh orang-orang luar Wonogiri buat memancing

Oh ya, di dekat Plaza juga ada Gardu pandang tepatnya yag ada di atas tulisan Bendungan Serbaguna dari atas view Waduk Gajah Mungkur bagian pengendali pintu air terlihat. Ini foto saya ambil 2 tahun lalu, kemarin mau main ke sini masih ditutup karena proses penggarapan PDAM


8. Ngadem di Hutan Pinus Gumiwang

Dari Waduk Gajah Mungkur lanjut ke Wuryantoro. Di sini nanti ada deretan Hutan Pinus yang masih asri. Lokasinya berada di daerah Gumiwang Wuryantoro, makanya disebut Hutan Pinus Gumiwang, sesuai nama daerahnya.




Pas saya kemari sih tidak ada biaya retribusi. Lokasinya waktu itu lumayan rame dijadikan tempat poto-poto para anak muda yang demen selfie atau mereka yang suka potografi. Hutan pinus Gumiwang sering pula dijadikan lokasi preweding pasangan yang akan melangsungkan pernikahan. Karena berada diantara pohon-pohon yang tinggi, suasana di sini adem. Tapi karena ini Wonogiri, jangan bayangkan ademnya bakal kayak Tawangmangu ya. Hehe

9. Damainya Waduk Song Putri Eromoko


Wilayah Wonogiri memang terkenal sebagai tempat yang memiliki banyak waduk. Tak Hanya Waduk Gajah Mungkur. Di Eromoko ada waduk yang dibangun sekitar tahun 1985. Namanya Waduk Song Putri. Waduknya lumayan luas. Dan cakep. Lokasi yang pas buat duduk-duduk santai nontoni air waduk yang tenang, nontoni orang mancing, plus nontoni domba-domba yang banyak digembalakan di rerumputan hijau yang ada di dekat waduk.

Datang ke Waduk Song Putri, kamu bisa pula mampir ke Goa Song Putri yang ada di bukit di atas waduk. Tapi sayangnya pas kemari saya tidak mampir ke sana. Sudah mau Magrib, soalnya.

10. Lebih Dekat Dengan Wayang Kulit di Kampung Wayang Kepuhsari

Nama Kampung Wayang Kepuhsari mungkin bagi wisatawan lokal jarang sekali terdengar. Tapi taukah kamu kalau ternyata nama Wayang Village Kepuhsari justru sudah lama mengudara di luar negri.

Sudah banyak turis-turis asing yang datang berkunjung ke Kampung Wayang Kepuhsari. Di sini biasanya mereka datang berombongan untuk belajar tentang bagaimana membuat wayang kulit.

Desa Kepuhsari merupakan daerah yangmana warganya memang banyak yang menjadi tukang pembuat wayang.

Untuk berkunjung kemari, ada beberapa paket wisata yang ditawarkan. Yang bisa dipilih sesuai kebutuhan.

Nah, lebih detail tentang kampung Wayang Kepuhsari bisa dibaca pula di postingan sebelumnya.

11. Pendakian Singkat ke Bukit Watu Kotak

Lokasi Watu Kotak, merupakan wisata Wonogiri yang letaknya tak jauh dari Kampung Wayang Kepuhsari. Biasanya para turis yang datang ke Kampung Wayang, juga sekalian diajak ke Bukit Watu Kotak.

docpri

Watu Kotak merupakan kawasan bukit berbatu. Medannya hanya perlu jalan 5 menit maka kamu bisa langsung bertemu pemandangan keren perbukitan. Ini lokasi ideal kalau kamu pengen lihat ketinggian tapi nggak mau capek-capek. Eitss, emang nggak capek sih, tapi memacu motor sampai kemari itu lumayan jauhh, dan jalannya naik turun. Tapi teteplah, puas setelah sampai di sana.



Tak Jauh dari Watu Kotak, sebenarnya masih ada lagi Wisata air Terjun Banyu Nibo. Sayangnya pas saya kemari habis hujan dan kami tidak disarankan untuk ke sana karena jalannya licin dan sedang diperbaiki.

12. Mau Belajar Tentang Karst? Datangi Saja Museum Karst, yang katanya Museum Karst terbesar di Asia Tenggara

Biarpun Wonogiri hanya sebuah kabupaten, tapi jangan sepelekan. Selain Wonogiri punya waduk Gajah Mungkur yang masuk kategori Waduk terluas di Indonesia, Wonogiri juga memiliki Museum Karst yang merupakan Museum Karst terbesar di ASEAN.
docpri

Di museum ini, nantinya kamu bisa belajar tentang beragam ilmu seputar Karst yang hadir dalam panel-panel digital yang menarik. Selain itu, tempat ini juga terdapat banyak gua yang bisa kamu kunjungi.

Untuk postingan lebih lengkap seputar Museum Karst, silahkan saja ditengok lagi di postingan sebelumnya: Museum Karst, Si Cantik Yang Kemarin Terendam

13. Goa Putri Kencono

Masih berada di kawasan Pracimantoro, Goa Putri Kencono konon merupkan sebuah goa yang dinamakan demikian lantaran pernah ditemukan tulang tengkorak perempuan yang katanya adalah putri penunggu goa. Tapi ada juga yang meyakini bahwa di Goa ini dulunya tempat bertapa Raja Brawijaya V.

karena file foto saya sudah tak ada saya ambilkan dari solopos

Goa Putri Kencono cukup menarik karena memiliki stalagtit dan stalagmit yang indah. Tapi yahh memang kurang terawat, jadi kalau bagi orang yang tidak memperhatikan dengan detil, goa ini biasa saja. Untuk masuk kemari saya lupa tarifnya berapa karena sudah lama sekali. Mungkin sekitar Rp. 5.000

14. Bermain Pasir di Megahnya Pantai Nampu

Lokasi Pantai satu ini berada di Paranggupito sana. Pantai Nampu merupakan Pantai kebanggaannya warga Wonogiri. Pasir putihnya lumayan luas, dan kalau di foto dari bukit, Pantai Nampu terlihat megah.


Pantai Nampu merupakan Pantai ideal untuk berkeceh-keceh ria dan permain pasir bareng temen-temen. 

Untuk lebih lengkap tentang Pantai Nampu, saya posting kapan-kapan saja yak

15. Menyepi Ke Pantai Pringjono

Pantai Pringjono lokasinya berada tepat di samping Pantai Nampu. Berjalan saja ke samping kiri bukit. Nantinya kamu akan bertemu dengan pantai yang biasanya sepi ini. Pantai Pringjono kalau buat saya adalah Pantai alternatif kalau Nampu sedang ramai-ramainya.

Untuk menuju ke Pringjono, kamu perlu menuruni bukit dan melipir di jalan setapak bukit plus menembus rimbunnya pandan laut.

Kulari ke pantai kemudian teriakku.. . . . ๐Ÿ“Pantai Pringjono, Wonogiri . Lokasinya bersebelahan dengan Pantai Nampu. Lebih sepi. Sejak dulu kalau main kemari pasti serasa punya pantai pribadi. Jadi bebas mau lari-larian atau teriak-teriak . Tapi pas terakhir kemari beberapa bulan lalu, saya dan sepupu jangankan teriak-teriak. Kita foto-foto aja cepet-cepet . Horor. Kami cuma berdua di tengah pantai yang sepi, tapi riuh oleh dentuman ombak yang bergulung kencang mengetuki kaki-kaki bukit. Ombak terlalu galak siang hari itu, seperti mengamuk kedengarannya. Makin horor rasanya saat kami menemukan sesaji diantara pasir putihnya . Mungkin karena untuk sampai ke bibir pantai perlu sedikit usaha. Harus menyusur bukit di samping Nampu, lantas turun melalui jalan setapak diantara rimbun pandan laut. Makanya, mungkin orang mikir kalau mau sekalian mampir kemari kala mereka main ke Pantai Nampu . Tapi berkat itu sih, dari sejak jaman dulu kala, Pantai Pringjono ya gitu-gitu aja. Masih alami. Tak seperti Nampu yang mulai pelan-pelan dipermak . . #wonogiri #explorewonogiri_ #dailywonogiri #wonogirimendunia #pantainampu #pantaipringjono #kotasolo
A post shared by fubuki aida (@fubuki_aida) on

Postingan tentang Pringjono juga kapan-kapan saya gabung dengan post Pantai Nampu saja

16. Mistisnya Pantai Sembukan

Pantai Sembukan merupakan Pantai di Wonogiri yang tidak bisa digunakan untuk jeburan karena tidak memiliki area pasir. Cuma batu-batuan besar di sini.

Namun, di Pantai Sembukan terdapat sudut untuk menikmati view air lautan yang indah.
Saya terakhir kemari tahun 2011 jadi maafkeun, fotonya entah ada dimana. Tapi di bawah saya cuplikan foto dari search Google.


Yang saya ingat, Pantai Sembukan ini kesan Pantainya kerasa hawa-hawa mistisnya. Konon katanya tempat ini dianggap sebagai pintu masuk ke 13 ke alam Nyi Roro Kidul. Kebenerannya, Waalahualam. Percaya tidak tergantung masing-masing. Yang penting jaga sikap dan ucapan saja kalau kemari.

17. Serunya Naik-naik Ke Gunung Gandul

Wisata Wonogiri yang sudah dari jaman dahulu terkenal kepopulerannya, tapi nyaris tak ada perubahan apapun di sana sejak jaman dahulu kala adalah Gunung Gandul.

Gunung yang merupakan ikonnya kota Gaplek ini sejak saya kecil ya masih sama. Jalannya, warungnya, puncaknya, rungkutnya, semua masih sama. Tapi saya bersyukur sih keasriannya masih terjaga hingga hari ini.

Dari puncak Gunung Gandul kamu bisa melihat bagaimana rumah-rumah di kawasan wonogiri Kota berjajar-jajar. Dari sini landskape kota Wonogiri pun terlihat jelas dan detil.

docpri
taken by:  Mas @anggarawepe
Untuk melihat seperti apa Gunung Gandul dengan bahasan lebih komplit, lari saja lagi ke postingan lama saya saat Naik-naik ke Gunung Gandul

18. Segarnya jalan-jalan Pagi di Hutan Pinus Wonoasri Seper

Jika dibandingkan hutan Pinus Gumiwang, Hutan Pinus Wonoasri Seper memang lebih terkelola. Tentu saja, karena kawasan Hutan ini merupakan lokasi yang dikelola oleh penduduk setempat.

Hutan Pinus Wonoasri masuk dalam wilayah Lawu selatan, jadi jangan heran kalau tempat ini lumayan sejuk.


Hutan Pinus Wonoasri Seper dilengkapi dengan rumah pohon, warung-warung, serta saung-saung untuk bersantai. Ingin tahu lebih detail tentang Hutan Pinus Wonoasri? Cuss ke postingan saya yang ini: Wonoasri Seper Hutan Pinus Wonogiri

19.  Mendaki Eksotisnya gunung Cumbri

Gunung paling yahut di kawasan Wonogiri buat saya adalah Gunung Cumbri. Pasalnya gunung ini memiliki ketinggian gunung yang tidak terlalu tinggi, bahkan lebih pas disebut bukit, tapi asyiknya ia menawarkan view yang kece punya.


Medan Gunung Cumbri pun seperti kalau kita naik gunung beneran. Lumayan nanjak, banyak jalan setapak, pokoknya bikin lelah namun tetep seru. Di sini wisatawan diperbolehkan mendirikan tenda. Jadi buat kamu yang pengen melihat sunrise, bisa tuh bermalam di sini.

Postingan tentang Gunung Cumbri, monggo cek-cek lagi ke postingan tentang Gunung Cumbri sebelumnya

20.   Mengunjungi Telaga Claket, Menyapa Ranu Kumbolo Ala Wonogiri

Telaga Claket ini, disebut-sebut memiliki view ala Ranu Kumbolo. Saat di sini, kamu bisa bersantai di gazebo-gazebo yang disediakan. Foto-foto di jembatan maupun di sampan kayu yang didesain untuk spot-spot selfie para pengunjung. Atau, kalau mau bercapek-capek ria, bisa cobain mendaki ke Bukit Widodaren yang ada di atas telaga. Dari atas, view pemandangannya katanya lumayan kece. Saya sendiri malah belum pernah naik ke atas sana. Tapi kalau dari foto-fotonya memang terliat keren.

Ini salah satu foto bukit Widodaren hasil search google
from @suryomulyo6

21.  Mencari 7 Air Terjun di Air Terjun Melati

Lokasinya di daerah Krisak, jadi petunjuk jalannya dari Pasar Krisak itu terus naik ke atas, terus ikuti saja google map karena saya lupa. Hahaha.

Air Terjun Melati menawarkan sensasi seru wisata adventure. Cocok untuk kamu yang suka wisata alam berbau petualangan. Untuk sampai di 7 air terjunnya, kamu harus melewati sawah, melalui jalur setapak, menaiki bukit dan berjalan macam menembus belantara hutan.

Air terjunnya sendiri terpisah-pisah, untuk menemukan ketujuh air terjun tersebut, cari sendiri ya, karena saya pas kemari hanya menemukan 4 air terjun saja. Oh ya, jangan lupa bawa lotion anti nymuk saat kamu datang kemari.

22. Lari-lari Sore di Waduk Tandon

Masih di wilayah Krisak, ada sebuah Waduk yang kalau kamu datang ke sana kamu bakal menemukan cukup banyak pemancing. Lokasi waduk ini ideal buat lari-lari sore sembari nontoni perairan waduk yang tenang yang berpadu dengan rungkut-rungkut pohon yang ada di sekitarnya.

Lokasi waduk Tandon cukup mudah digapai. Tapi lagi-lagi saya bingung ngejelasin jalurnya, jadi pasrahkan saja ke google map. Haha.

23. Embung Bendokerep, Alternatif Wisata Wonogiri Yang tak Banyak Orang Tahu

Saya menyebutnya wisata alternatif, karena memang tak banyak yang main-main ke Embung Bendokerep. Saat saya ke Embung yang berada di daerah Giriwono ini, saya hanya bertemu penduduk sekitar yang sedang merungkut. Sejatinya pemandangannya adem dan tenang seperti halnya Waduk Tandon. Haya saja memang untuk mencapainya perlu memacu motor agak jauh.

Nah, postingan tentang Embung Bendokerep cek saja ke postingan ini: Embung Bendokerep, Wonogiri Ternyata Punya Embung

24. Ngadem di Hutan Kota Kaki Gandul

Hutan Kaki Gandul ini berada di area perhutani, tepatnya di belakang kantor perhutani yang ada di Batas Kota. Wisata Wonogiri satu ini terbilang baru. Karena baru ada sekitar setahunan. Kalau ada teman dari luar kota main ke rumah, biasanya saya membawa mereka kemari. Pertimbangannya tentu saja karena dekat rumah, mudah dicapai dan nggak perlu jauh-jauh memacu motor menerabas ke arah Timang hanya sekedar untuk merasa lebih dekat dengan alas kethu. Yeaahh, saya menyebut lokasi ini miniaturnya alas kethu. Karena memang isinya pepohonan, yang sudah dikelola dengan dilengkapi gardu pandang untuk berfoto serta payung-payung yang digantung.

docpri
Pendapat saya, tempat ini sebenernya asik andaikan dibuat model macem Pasar Papringan yang ada di Temanggung sana. Tapi yahh, kapan-kapan saja kalau ada waktu coba saya sampaikan.

Untuk saat ini, wahana yang ada di lokasi Hutan Kaki Gandul berupa jeep, serta kereta kelinci yang bisa dipakai berkeliling ke alas kethu.

25. Mendatangi Desa Conto, desanya Mbah Sadiman

Tentunya nama Mbah Sadiman sudah tak asing lagi. Berpuluh tahun menghijaukan area Bukit Gendol, Buluketo Wonogiri seorang diri di usianya yang tak lagi muda, membuat nama Mbah Sadiman begitu tenar.

Bulukerto memang memiliki bentangan alam yang sejuk, hijau dan menenangkan. Wilayah Bulukerto yang kini dijadikan desa wisata adalah desa Conto, desa dimana Mbah Sadiman berada. 

Ada beberapa tempat wisata yang bisa dikunjungi di area desa Conto Wonogiri ini. Mulai dari Padepokan Soko Langit dimana dari sini kita bisa melihat indahnya pemandangan dari gardu pandang, serta bersantai-santai melihat kebun buah.

Tak hanya itu, Desa conto juga menawarkan wisata alam mulai dari Goa Resi, Hutan Pinus Dosini, Bukit Genting, Air Terjun Kresek, serta Bukit Gendol. Lumayan komplit lah mengunjungi desa ini karena bisa sekalian main ke sana-sana.

docpri

Sayangnya, ketika saya ke desa Conto, kami sedang diburu waktu, jadilah saya belum bisa mengexplore lebih jauh. Jadi untuk tahu bagaimana wisata-wisata lain di desa Conto, silahkan cari tahu sendiri saja ya ^^

26. Menyapa Mistisnya Objek Wisata Khayangan Dlepih

Bagi warga Wonogiri, air terjun Khayangan tentunya sudah tidak asing lagi. Lokasi ini cukup terkenal karena merupakan lokasi yang katanya cukup sakral dan sering digunakan sebagai tempat lelaku. Tapi yahh, sebagai wisatawan biasa kamu tetap bisa mengunjunginya kok. Wisata Khayangan menawarkan asiknya berwisata di air terjun. Kamu bisa berbasah-basahan di sini. Tapi tetep yak jaga sopan santunnya, plus jangan nyampah

Karena saya ke sini sekitar 2013, file foto sudah tak ada. Lagi-lagi saya carikan di google saja^^

Sumber: Humas Wonogiri

Nah itu tadi ke 26 tempat Wisata Yang ada di Wonogiri. Rasa-rasanya saya sudah cukup banyak mengunjungi tempat-tempat wisata di daerah sendiri. Tapi ternyata setelah dihitung, cuman 26 itu. Hohoii, masih banyak rupanya yang belum sempat saya datangi.

Masih ada tuh Air terjun Kemukus yang dari gambarnya, sepertinya ini air terjun terbesar yang ada di Wonogiri (tapi nggak tau ding, Cuma liat gambar), lalu air terjun sanginan yang ada di bawah Gunung Cumbri, masih ada juga Gunung Besek yang pernah masuk acara MTMA, lalu ada Air Terjun Girimanik yang sudah tersohor sejak jaman baholak, tapi sampai hari ini saya belum jua ke sana. Nah, ada pula yang terbaru, wisata buatan Isatana Pranaraya, yang memiliki bentuk macam miniatur Istana Presiden. Terus juga ada Candi Muncar, yang meskipun namanya pakai Candi tapi ternyata sebuah telaga.

Terus apalagi ya? Masih ada lagi kayaknya, tapi saya tak hafal. Kalau kamu punya tambahan, mungkin bisa tambahkan di kolom komentar.

Well, sebenarnya Wonogiri punya cukup banyak potensi wisata. Tapi ya terbatasnya pengelolaan tampaknya jadi kendala.

Mungkin benar kata siapa saya lupa, bahwa Indonesia itu terlalu luas untuk ‘dijual’ sebagai Indonesia. Setiap daerah harus mampu ‘menjual’ daerahnya sendiri. Yeaah, baru Wonogiri saja sudah seabrek wisata yang bisa dikunjungi.

Nah, kalau kamu punya temen, saudara atau para perantau asli Wonogiri, jangan lupa share tulisan ini ke mereka yak. Biar mereka makin rindu pulang^^ dan nantinya nggak bingung lagi, mudik ke Wonogiri mau main kemana?

Akhir kata semoga ke depan Wonogiri semakin lebih baik. Dirgahayu Wonogiri ke 277.



Saturday, May 05, 2018

Berbagi Dengan Hati Lewat Bolu Susu Merapi

“Harapan kita, kita bisa menjadi pilihan orang-orang yang akan mengadakan arisan atau acara semacamnya,” jelas Andi Sevenova di acara Pers Confrence peluncuran Bolu Susu Merapi beberapa waktu lalu.

Harapan yang senada dengan konsep tagline yang tertera di kemasan Bolu Susu Merapi: “Berbagi dengan Hati”.

Irisan-irisan Bolu Susu Merapi rasanya memang pas dijadikan hidangan di berbagai acara. Pun ketika menjadikan  Bolu Susu Merapi penganan oleh-oleh untuk orang-orang terkasih, sekotak Bolu Susu Merapi tentunya cukup membuat hati siapapun takluk karena senang.



Pertama kali menggigit kue ini saat di acara kemarin, saya menemukan sensasi rasa bolu yang amat lembut. Bolu anti seret, dengan rasa manisnya yang pas. Biarpun Jogja identik dengan rasa manis yang kadang berlebihan, tapi tidak dengan kue ini. Manisnya jauh dari kata eneg, sangat pas di lidah.

“Ngemil tanpa rasa bersalah,” seloroh Anggia Pino, owner Bolu Susu Merapi di sela-sela wawancara kemarin, menggambarkan bagaimana bolu ini memang ia rancang untuk membahagiakan masyarakat, utamanya Jogja tanpa harus membuat masyarakat mengeluarkan dana yang berlebihan. Sehingga masyarakat utamanya kalangan menengah ke bawah bisa ikut membelinya.

bolu susu merapi


Bolu Susu Merapi memang dijual dengan harga yang murah. Sekotak hanya dihargai Rp. 28.000. Jauh lebih murah jika dibandingkan dengan roti-roti sejenisnya, apalagi jika dibandingkan kue-kue artis yang beberapa hanya terkesan jual nama.

Meskipun murah, namun hebatnya, kualitas Bolu Susu Merapi bukanlah kualitas kue murahan. Dari segi gizi saja Bolu Susu Merapi mengandung 100 gr susu sapi murni yang cukup memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Hingga wajar jika Bolu Susu Merapi berani mengkoarkan diri dengan kalimat: “Bolu Susu Merapi, gantinya minum susu.”

“Kami tidak menggunakan pengawet, juga pengembang. Dalam suhu normal, daya tahannya hanya sampai 3 hari,” terang Anggia Pino saat menjelaskan kelebihan-kelebihan brand kuliner barunya ini.
Merunut dari cerita yang ia sampaikan, menemukan komposisi Bolu Susu Merapi bukanlah hal yang gampang. Butuh waktu hingga sekitar 4-5 bulan untuk mendapatkan resep yang pas dan standarisasi rasa Bolu Susu Merapi seperti sekarang. Saya sendiri berpendapat, waktu tahan kue yang hanya 3 hari rasanya cukup normal untuk kue yang memang tanpa bahan pengawet. 

Mengenal Anggia Pino, Sosok Dibalik Munculnya Bolu Susu Merapi


Anggia Pino maupun partner bisnisnya Sandi Sevenova bukanlah artis terkenal. Namun keduanya cukup berani menelurkan bisnis kue baru di tengah banyaknya bombardir kue artis dimana-mana. 

“Tidak ada yang tidak mungkin,” itu yang ia ungkapkan dengan nada kalimat yang penuh optimisme. Ia juga ingin menunjukkan pesan kepada seluruh pebisnis UKM-UKM bahwasanya biarpun berukuran kecil UKM-UKM haruslah memiliki kepercayaan diri.

Anggia Pino sendiri adalah womanpreneur yang sering mengadakan kelas pelatihan-pelatihan terhadap UKM-UKM kawasan Jogja. Perempuan yang kini berusia 31 tahun tersebut memiliki cukup banyak bisnis di bidang property, desain, agensi serta kuliner.

“Saya dari dulu tidak kerja kantoran. Karna saya kan suka traveling. Kalau saya kerja kantoran, kapan jalan-jalannya?” ujarnya sedikit menceritakan hobinya.

Bolu Susu Merapi sendiri bermula dari ide sederhana ketika ia dan Sandi sedang bertemu. Menurut penuturannya, kala itu Sandi sedang menikmati segelas susu. Anggi yang tidak doyan susu terheran kenapa Sandi bisa minum susu padahal Anggi mengaku bahwa: segelas susu saja bisa ia habiskan sampai satu hari lamanya. Dari keheranan itulah kemudian muncul ide untuk menciptakan kue dengan kandungan susu yang cukup banyak tapi enak untuk dinikmati bahkan untuk orang yang tidak suka susu sekalipun. Sandi sendiri merupakan mantan pegawai perusahaan susu, jadi ia cukup kompeten menjadi partner Anggi dalam berdirinya Bolu Susu Merapi.

Nama merapi sendiri terinspirasi dari area Merapi yang sudah mendunia dan menjadi salah satu icon Jogja dan Jawa Tengah yangmana di sekitar kawasan Merapi memang banyak terdapat penghasil susu sapi berkualitas. Dari kue bolu yang memiliki tekstur lembut dan berbeda dari kebanyakan bolu pada umumnya, bolu dengan kandungan susu yang banyak, serta inspirasi gunung Merapi inilah kemudian tercipta nama Bolu Susu Merapi.

Bagaimana Cara Mendapatkan Bolu Susu Merapi??


Bolu Susu Merapi untuk saat ini memiliki tempat produksi di Jln. Palagan Desa Tegalsari Gg. Makam No. 100 Sleman. Nantinya juga akan berproduksi di wilayah Solo.

Untuk pemasaran sendiri Bolu Susu Merapi bisa didapatkan langsung di tempat produksinya, maupun dengan melakukan pemesanan ke CS nya langsung di 08112744499.

Bolu Susu Merapi juga membuka peluang kerjasama untuk mitra yang ingin bergabung dan berkolaborasi. Untuk mitra bisnis bisa menghubungi pula kontak di atas.

Tanggal 6 Mei 2018 pukul 10.00 – 21.00 besuk, Bolu Susu Merapi akan mengadakan launching di Atrium Lippo Plaza Yogyakarta. Untuk varian rasa yang diluncurkan, sementara hanya dua rasa yakni Bolu Susu Keju serta Bolu Susu Coklat.

Tak main-main, di peluncurannya nanti, Bolu Susu Merapi memberikan promo Buy 1 Get 1. Serta akan ada doorprize berhadiah sepeda motor, kulkas, mesin cuci dan sebagainya. Cuss segera, besuk ke Mall Lippo
\
Nah buat kamu yang sedang butuh sajian untuk berbagai acara, bisa banget tuh cobain pesen Bolu Susu Merapi. Harganya yang murah makin memudahkan siapapun untuk berbagi dengan hati.

Bolu Susu Merapi

Fb fanspage: Bolu Merapi
Instagram : @BoluMerapi
Email : bolumerapi@gmail.com
CS : 0811 27 444 99




Tuesday, May 01, 2018

Wayang Village Kampung Wayang Kepuhsari, Dan Cerita Tentang Persebaran Islam di Tanah Jawa (Bagian 2)

Ketenaran Kampung Wayang Kepuhsari sebenarnya sudah lama saya dengar. Akan tetapi, baru beberapa waktu lalu saya sebagai warga Wonogiri berkunjung ke sana.

Sosok itu sedang duduk di depan rumah. Sebuah rumah kayu berlantai keramik di Wayang Village Kampung Wayang Kepuhsari Wonogiri. Dari balik kacamata hitamnya, pria yang mungkin seusia ayah saya itu melirik ke arah saya dan adik. Tangannya masih memegang pukul, namun gerakan tatahannya ia hentikan sesaat.

pembuatan wayang


Wayang Village Kampung Wayang Kepuhsari, Dan Cerita Tentang Persebaran Islam di Tanah Jawa (Bagian 1)

Saya baru saja berpamitan hendak pulang sebelum saya memberitahu pakde bahwa beberapa waktu sebelumnya saya baru saja berkunjung ke Wayang Village, Kampung Wayang Kepuhsari yang ada di Manyaran Wonogiri.

Siapa sangka, pemberitahuan singkat tersebut justru membuat saya kembali duduk, dan berbincang lagi dengan pakde dalam perbincangan yang pada akhirnya mengulur kepulangan saya nyaris satu jam kemudian.

wayang village
docpri

Tanah Jawa iku jaman bien Jalma mara, Jalma mati, [1]” ujar pakde sembari menyilakan kakinya.

Thursday, April 26, 2018

6 Buku Tentang Traveling Yang Bikin Saya Pengen Segera 'jalan'

Kamu adalah apa yang kamu baca.

Saya cukup sepakat dengan kata-kata ini. Sebagai penggemar buku, saya merasai sendiri buku banyak mempengaruhi diri saya. Terkadang, saya sudah lupa bagaimana cerita sebuah buku, namun nilai, atau kalimat-kalimat berkesan dalam buku tersebut bisa sangat saya ingat dan terus mempengaruhi hidup  hingga waktu yang lama. Karena itulah, sejak menyadari hal ini, saya berusaha seselektif mungkin memilih bacaan. Jika dulu buku apapun saya lahap, sekarang-sekarang ini saya berusaha tidak asal comot. Dan berusaha memastikan dulu, kemana kira-kira arah pemikiran pembaca nantinya akan digiring.

ilustrated by: focus-wtv.be

Saturday, April 21, 2018

Memetik Semangat Kartini Di Antologi Collaboractive Space, Hingga Pentingnya Susu Kolostrum

Pertama kali mendatangi Antologi Collaboractive Space, saya langsung berdecak senang. Dari luar gedung, saya sudah terbayang, bagaimana nyamannya lokasi Coworking Space satu ini.

Lokasinya didesain kekinian. Bangunannya dikelilingi kaca-kaca serta di dalamnya, meja, kursi, serta sofa bisa ditemukan di berbagai sudut. Di ujung, deretan tempat lesehan dilengkapi rak dengan berbagai isian buku semakin menambah kesan nyaman bagi Antologi Collaboractive Space. Berbagai fasilitas komplit ini, kenyataannya memang membuat saya betah berlama-lama semenjak pagi.

Tempat Coworking Space yang baru saya tahu itu, hari ini terasa spesial. Bukan karena apa-apa. Hanya saja, hari ini saya mendapat  suntikan semangat dari dua perempuan hebat.


Sunday, April 15, 2018

Ragam Karya Seni Museum Tumurun Solo

Tak ada papan nama yang menyebut bahwa tempat yang akan saya datangi kemarin adalah Museum.

Memarkir kendaraan di Gor Sritex, saya dan seorang kawan hanya diberitahu, bahwasanya untuk menuju Museum Tumurun kami harus berjalan lurus, dan berhenti saja di kiri jalan di tempat bangunan yang depannya sedang dijaga oleh satpam.

Bangunan itu dari luar tak nampak sama sekali sebagai Museum. Yeah, mungkin lantaran kepala saya sudah termindset bahwa Museum seharusnya bagian luarnya memiliki sisi spesifik, entah dari gaya klasiknya, atau keunikan-keunikan lainnya. Bangunan Museum Tumurun biasa saja dari luar. Hanya saja, ketika saya masuk, pekikan kalimat “wow” langsung meluncur secara otomatis. 

Bagian transit tamu museum berupa bangunan yang dilengkapi meja kursi modern untuk bersantai dengan beragam interior kekinian yang berkesan “wah”. Itu baru bagian ruang transitnya. Memasuki ruang pameran beragam benda karya seni yang tentunya berharga mahal dipamerkan kepada pengunjung

museum tumurun

Monday, April 09, 2018

Airy Rooms, Solusi Cerdas Cari Hotel Murah Tanpa Murahan

Saya sebenarnya sedikit kerepotan kalau ada temen yang meminta mencarikan hotel dengan harga murah. Pasalnya, saya harus survey dulu. datengin hotelnya satu-satu buat memastikan bahwa biarpun hotel itu murah tapi memang beneran layak dan nyaman.

Memesan hotel low budget fasilitas yang didapat seringnya ikutan low. Karna itu, saya bela-belain survey lokasi dulu. Namun sejak saya menjajal menggunakan hotel Airy Rooms, rasanya ke depan kalau ada kawan atau saudara minta tolong dicarikan hotel berbudget rendah, saya sudah tidak perlu repot lagi.

Tinggal saya rekomendasikan saja mereka mendownload dan menggunakan aplikasi Airy Rooms. Pun saya, kalau pas traveling kemalaman di jalan, saya tinggal buka saja aplikasi Airy Rooms. Karena dengan Airy Rooms, #KapanAjaBisa menginap dengan nyaman.

Awalnya saya sempat mengira, Airy Rooms mirip dengan aplikasi-aplikasi pemesanan hotel pada umumnya, yangmana ia bertindak semacam “sebagai makelar”. Tapi ternyata, Airy Rooms berbeda.

"Airy Rooms bertindak bagaikan seorang teman, yang menyambut kedatangan sobat kentalnya dengan sebaik mungkin. "

Kalau sahabat baik nih, ketika sahabatnya datang dari jauh dan akan menginap, pastinya akan menyiapkan segalanya se-oke mungkin. Kamar yang oke, serta hal-hal lain yang kiranya diperlukan si sahabat ketika nanti tiba. Pokoknya nggak ingin bikin kecewa lah.

Nah, jadi sikap si Airy ini mirip-mirip seperti itu. 

Buat yang belum ngeh bagaimana cara kerja Airy Rooms kira-kira seperti ini:

Airy Rooms bukan sekedar jadi makelar yang menghubungkan pemilik hotel dengan calon customer. Tapi seperti yang saya bilang tadi “seperti sahabat yang menyambut kedatangan sahabat baiknya yang akan menginap”.

airy room kartun
edit by me

Monday, April 02, 2018

Selow di Masjid Fatimah Solo

Bila hati gelisah,
Tak tenang tak tentram..
Bila hatimu goyah,
Terluka merana..
Jauhkah hati ini, dari Tuhan, dari Allah?
Hilangkah dalam hati, dzikirku, imanku?
….

****

Allah Maha Mendengar, dimanapun kita berdoa. Ya, saya tidak meragukan itu. Akan tetapi kala kita ingin berlari, kita ingin mengadu, adakalanya tempat-tempat tertentu membawa kita pada suasana yang lebih. Kekhusyukan yang lebih kuat, kedekatan yang lebih akrab, rasanya lebih bisa kita dapat saat bermunajat di sana.

Hujan baru saja usai, meskipun sisa-sisa gerimis masih turun pelan. Beberapa hari lalu, untuk pertama kalinya di tahun 2018 saya mendatangi lagi Masjid Fatimah Solo.

masjid fatimah solo


Jika kamu bertanya kepada warga Solo, nama Masjid Fatimah tentu sudah tak asing lagi. Beberapa orang bahkan menamai masjid ini sebagai masjid pengantin. Bukan berarti kalau datang ke sini bakalan cepet jadi pengantin. Disebut demikian, lantaran Masjid Fatimah kerap dijadikan tempat ijab pasangan pengantin sekaligus mereka melangsungkan acara pernikahan.

Bagi saya pribadi, Masjid Fatimah adalah tempat paling tenang untuk berlari saat ingin mengadu padaNya lantaran ada yang mengganggu dalam benak dan ketika ketenangan hati tergerogoti seperti akhir-akhir ini.

Entah kenapa, saat menginjakkan kaki di Masjid Fatimah, saya merasai seperti sedang berada di Istiqlal. Suasananya lebih tenang, dingin, damai. Yeah, bagi saya Masjid Fatimah adalah Isqiqlalnya Solo.


“Dulu, aku pernah punya mimpi, suatu hari kalau aku menikah, aku ingin menikah di masjid ini,” ucapan seorang teman sekitar dua tahun lalu tiba-tiba berputar.

Masih terngiang di benak saya, sekitar  dua tahun lalu, seorang kawan baik nyaris menangis di tempat duduk Masjid Fatimah dimana orang-orang melepas alas kakinya.

Saya bisa merasakan sesak dan perih mendengar ucapannya.

“Masih belum terlambat. Siapa tahu, sudah ada laki-laki yang jauh lebih baik yang menunggumu di masa depan yang menerimamu apa adanya, yang akan mengajakmu menikah di tempat ini. Ayo solat sik wae, terus ndongo,” hibur saya berusaha menghindarkannya supaya tidak benar-benar menangis di sana.

Usai wudhu, teman saya berusaha tersenyum. Saya bergegas mendahuluinya. Melihatnya terlalu lama hanya akan ikut membuat saya berurai air mata. Padahal teman saya butuh dikuatkan bukan diyakinkan bahwa  perasaan saya ikut tercabik prihatin dengan kehidupannya yang berantakan.

Dosaku akehh,” ucapnya.

Wes gek ndongo,”ujar saya tanpa banyak berkata-kata. 

Beberapa bulan sebelumnya, saya sudah terlalu panjang lebar bicara banyak padanya saat ia membuat sebuah pengakuan mengejutkan. Saya sempat membodoh-bodohkannya dulu dan ia hanya tertunduk mengiyakan bahwa ucapan saya benar.

Saya merasa bersalah pernah berkata demikian. Karna dukungan moril dari orang-orang terdekatnya adalah satu-satunya hal yang ia butuhkan kini.

“Orang tua itu yang paling dikhawatirkan terhadap anak perempuannya bukan tentang ‘jadi apa anaknya nanti!’ yang paling dikhawatirkan mereka adalah ‘siapa laki-laki yang akan jadi pendamping anaknya’. Karena mereka bakalan lega, kalau melihat pengganti mereka dalam menjaga putrinya adalah laki-laki yang memang baik dan mampu membahagiakan”
Dulu saat mendapat nasihat demikian dari seorang senior di tempat kerja, saya belum bisa menerima nasihat itu. Ego masa muda yang masih besar dulu membuat saya begitu angkuh menerima kenyataan bahwa perempuan memang membutuhkan laki-laki untuk lebih tegak berdiri. Laki-laki baik yang bisa menuntunya ke jalan yang lebih baik.

Beriringnya waktu, sedikit banyak saya sadar, ucapan senior saya benar. Kisah kawan saya ini yang paling banyak menyadarkan saya.

Kawan saya adalah sosok perempuan baik-baik. Hanya pernah dua kali jatuh hati. Yang pertama hanyalah cinta monyet, sementara yang kedua adalah sebuah cinta yang salah yang menggiringnya pada kehidupan yang “entah”.

Laki-laki yang  menjadi ayah anaknya adalah laki-laki beristri, pembohong tak bertanggung jawab yang seolah datang untuk menaklukkan kemudian setelah kawan saya takluk ia pergi.

“Apa dia nggak punya ibu? Apa dia nggak punya adik perempuan?  Apa dia nggak bisa membayangkan bagaimana kalau hal semacam ini terjadi pada perempuan-perempuan dalam keluarganya?” seorang sahabat lain pernah uring-uringan gara-gara masalah ini. 

Laki-laki itu punya Ibu dan ia juga punya adik perempuan, tapi ia tak cukup punya akidah yang baik memperlakukan perempuan.

Masalah yang terjadi terlalu complicated lantaran dibiarkan terlalu lama saat kami semua tahu kebenaran. Jangankan kami, keluarga teman saya sendiri sudah tak tahu lagi harus berbuat apa. Pada akhirnya kami hanya bisa mendoakan yang terbaik untuknya serta menyemangatinya kala ia merasa putus asa.



Kursi dan meja ijab ditata di bagian tengah masjid saat saya datang kemarin. Saya mengedarkan pandang membaca suasana. Hanya ada beberapa orang yang tampaknya memang datang untuk tujuan solat. Saya menghela nafas, rupanya saya datang saat ijab sudah selesai. Hanya bersisa meja kursi yang belum dikembalikan pada tempatnya.

masjid solo fatimah
Add caption

Dulu beberapa kali saya mampir kemari, beberapa kali pula kedatangan saya bertepatan dengan acara Ijab Qabul hendak dilangsungkan. Biasanya, usai solat, meskipun saya tidak kenal dengan pengantin, saya menunggu sampai Ijab Qobul dimulai dan menyaksikannya sampai selesai. Tenang saja, bukan untuk mendapat snack. Saya hanya meyakini bahwa salah satu waktu paling mustajab untuk berdoa adalah saat Ijab Qobul terjadi. 

Lagipula, asik juga menjadi saksi cinta sepasang pasangan. Saya pernah menemui pasangan pengantin berbeda daerah. Satu minang, satu Jawa Barat. Namun uniknya mereka menikah di Solo karena di kota inilah mereka bertemu. Saya jadi bisa melihat pakaian topi khas Minang yang dipakai pihak perempuan. Saya sampai terheran-heran dengan keglamouran aksesoris pernikahannya waktu itu.


“Laki-laki yang tahu agama, Insya Allah jika ia khiaf ia tak akan menyakiti perempuan terlalu dalam. Laki-laki yang tau agama saja bisa khilaf, apalagi kalau ia tak mengerti agama,” kali ini ucapan ayah saya  terngiang kembali. Nasihat klise namun memang cukup masuk akal. 

Huhhh, Yahh, anakmu saja agamanya masih biasa-biasa aja. Batin saya dalam hati. Tapi saya mengaminkan saja kala kemudian ia mendoakan saya demikian.

Jam lonceng di Masjid Fatimah terus berdetak. Melipat kembali mukena, dan pandangan tertumbuk lagi pada meja kursi tempat ijab, membuat saya teringat dengan teman saya lagi. Yaa semoga, Allah benar-benar memberinya kesempatan sekali lagi untuk teman saya menikah di Masjid Fatimah suatu hari dengan laki-laki yang benar-benar bisa membahagiakannya dan menerimanya.

Keluar dari Masjid yang dibangun oleh juragan batik Danar Hadi ini, hujan rupanya deras kembali. Malas mengeluarkan mantol saya lebih memilih langsung memacu motor, menerjang hujan menuju Wonogiri