Tuesday, December 20, 2016

Mengintip Pembuatan Getuk Marem Magelang, Getuk Yang Rasanya Marem Tenan

Berwisata kalau tak mampir membeli oleh-oleh bisa menjadi perkara fatal buat saya.  Pasalnya banyak sekali teman-teman saya yang mendadak bisa berubah menjadi monster kalau saya kelupaan membawanya.  Hehe.

Untunglah salah satu rangkaian acara mengunjungi Magelang kemarin, kami diajak mengunjungi outlet getuk Marem.  Tempat oleh-oleh yang menjual gethuk sebagai panganan khasnya. Kedatangan kami ini sebelum kami kembali lagi ke Hotel Safira, Hotel tempat kami menginap

Jadi Apa Itu Getuk Marem?

lokasi getuk marem

Getuk Marem ini getuk . Sama seperti gethuk-gethuk yang lain di  Jawa Tengah. Terbuat dari singkong yang dihaluskan. Tapi dengan penyajian bentuk, pengolahan dan rasa yang berbeda.


Getuk Marem merupakan oleh-oleh khas Magelang yang cukup terkenal. Selain memiliki sertifikat Halal, getuk marem juga pernah mendapat berbagai penghargaan. Salah satunya penghargaan dari MURI karena pernah membuat getuk terpanjang di ulang tahun kota Magelang 2013 silam.

Menengok Pembuatan Getuk Marem

Sembari mencari oleh-oleh kami diajak mengintip proses pembuatan getuk yang sudah ada sejak tahun 1987 ini.

Hari itu,  kedatangan kami bertepatan dengan truk yang baru saja selesai menurunkan singkong-singkong dari tempat asalnya .  Singkong-singkong ini masih terlihat fresh dengan bentuk besar-besar yang terlihat baik kualitasnya.  Pantas saja kalau getuk marem menjadi panganan oleh-oleh yang lumayan punya nama di Magelang.

Saat ke getuk marem,  sang penjual dengan ramah menceritakan kepada kami bagaimana proses pembuatan gethuk.

Setelah singkong-singkong dikupas, dipotong-potong dan dibersihkan,  selanjutnya singkong dikukus dengan semacam dandang besar hingga matang.  Singkong yang matang ini selanjutnya ditimbang.

Lantas diberi campuran gula pasir untuk selanjutnya dimasukkan ke mesin penggilingan.  Mesin penggilingan ini sekilas masih sederhana,  tapi cukuplah membantu proses produksi getuk marem selama ini.

pembuatan getuk marempembuatan getuk marem


Selanjutnya adonan getuk yang sudah jadi dan diberi perasa diberikan ke ruang bagian tengah, berisi beberapa orang laki-laki berbaju ala koki dengan celemek, penutup kepala dan masker di wajahnya. Para laki-laki ini bertugas menggulung-nggulung menyusun-nyusun lantas memotong susunan hingga menjadi getuk marem yang siap untuk dikemas.

kemas getuk maremkemas getuk marem



Getuk yang sudah siap kemas disusun ke dalam wadah lantas diserahkan ke para perempuan yang bertugas mempacking. Selesai dipacking gethuk pun siap untuk dipasarkan.

Saya melihatnya cuma bisa geleng-geleng kepala dengan kecepatan dan kepawaian para pegawai getuk marem dalam bekerja. Terlihat mahir.

Apa yang membuat getuk marem unik?


getuk marem

Bagi saya rasa gethuk marem berbeda.  Rasanya empuk,  di gigitan awal sekilas seperti permen karet. Sedikit kenyal. Kemudian rasanya disusul manis yang pas dan lembut. Berbeda dengan getuk-getuk yang selama ini saya makan.  Hal ini terjadi karna mungkin getuk marem digiling hingga lembut.  Tepatnya hingga 8 kali masuk ke mesin penggilingan.

Selain rasa kenyal,  inilah yang menjadikan getuk marem oleh-oleh khas. Bentuknya berwarna-warni yakni coklat, pink dan putih yang merupakan hasil dari varian rasa coklat, susu, dan strawbery. Khasnya lagi packingnya pun tidak seperti gethuk kebanyakan.

Gethuk marem yang ukurannya  kira-kira panjangnya sekitar 5 cm  dengan bentuk balok ini di packing dengan lilitan plastik transparan yang sudah ada cap namanya. 

Saat salah satu peserta menanyakan mengenai ide bentuk gethuk yang berbeda ini,  menurut penuturannya bentuk getuk itu memang sudah demikian adanya sejak kakeknya membuat gethuk marem pertama kali.

Nama marem sendiri dalam bahasa jawa artinya puas dengan level yangl lebih tinggi dari puas. Kemareman ini berusaha diwujudkan pada semuanya, bahan dan kualitas terutama. Jadi harapannya seluruh pelanggan yang membeli getuk bakalan merasa marem.

Berapa harganya?


Getuk marem, satu kotak harganya Rp.  20.000 dengan isian 16 biji gethuk. Untuk masa kadaluarsa karena getuk ini tanpa bahan pengawet,  maka masa kadaluarsanya relatif singkat.  Hanya sekitar 5 hari. Tapi yakin tuh kalau kita beli bakalan habis dalam 5 hari?  Ya kalau di tempat saya sih sehari saja sekotak gethuk langsung ludes tinggal kardusnya.  Hehe.

Owh iya, sekedar tips dari saya, nanti ketika membeli getuk marem sebagai oleh-oleh khas Magelang, tak perlu dimasukkan kulkas ya. Pendapat saya sih, rasa getuk bakalan tetep khas kalau penyimpanannya di luar kulkas. Soalnya kenyilnya lebih kuat terasa. Walaupun masuk kulkas ya tetep enak.


Nah, kalau ke Magelang, dan bingung cari oleh-oleh, Maybe bisa mampir kemari

Getuk Marem

Alamat: Jl. Beringin II, Tidar Krajan, North Tidar, South Magelang, Magelang City, Central Java 56125

Telepon: (0293) 367007



Related Posts

Mengintip Pembuatan Getuk Marem Magelang, Getuk Yang Rasanya Marem Tenan
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

34 comments

Tulis comments
avatar
20 December, 2016 12:25

Saya pernah makan getuk marem ini... Enak mbak, rasanya khas... Jadi pengen deh :D

Reply
avatar
20 December, 2016 12:42

Lumayan murah ya, harganya..

Btw, jadi pengen getuk skrg :(

Reply
avatar
20 December, 2016 15:21

Di Magelang memang banyak gethuk ya Mba? Ini marem banget nggilingnya, eh rasanyaaa..hihi.. Habis nggilingnya aja 8x coba.. :D

Reply
avatar
20 December, 2016 15:25

Oh gethuk trio alias tiga warna. Duh lama banget nggak makan gethuk ini mba Aida.
Jadi pengin..masihkah? Wkwkwk

Reply
avatar
21 December, 2016 00:00

yup khas. sayangnya jauh yo

Reply
avatar
21 December, 2016 00:01

hihi, mesti cobain tuh kalo ke magelang

Reply
avatar
21 December, 2016 00:04

iya mbak ada beberaa. tai getuk ini yang katanya khas

Reply
avatar
21 December, 2016 08:38

enak kak getuknya...mau dong dilempar satu. #satukardus

Reply
avatar
21 December, 2016 09:20

Pertamanya mikir nih getuk dibikin pake mata tertutup, eh... itu sih merem ya? :D

Jadi penasaran pengen nyobain gethuknya. Kayaknya enak tuh.

Reply
avatar
21 December, 2016 10:36

Pas di sini aku lebih banyak diam, jadi anak kalem. Duduk dikursi sambil ngabisin getuk yang disediakan :-D

Reply
avatar
21 December, 2016 15:36

Biasanya getuk2 itu sekali makan enak sih, tapi lama-lama eneg
tapi lihat penampakannya kok kayaknya enggak ya, jadi pengen ke Magelang lagi :)

Reply
avatar
21 December, 2016 15:39

Bacanya aja bikin ngiler nih, jadi pengen makan getuk ini .. hehe..
Aku juga ada rencana gowes ke Magelang, kalau tidak lupa pengen beli getuk marem ini :)

Btw, salam kenal :)

Reply
avatar
22 December, 2016 10:55

AKu udah lama gak makan gethuk, kangen makan gethuk huhuhu
TFS ya mbak :)

Reply
avatar
22 December, 2016 11:08

Apa bedanya dengan gethuk Sokaraja Mbak, kira-kira enakan mana ya?
terima kasih

Reply
avatar
24 December, 2016 17:28

mbak, selain karyawan dilarang masuk....
kawkakwkaw

Reply
avatar
24 December, 2016 17:30

Wkwkwk. Diuncalne tekan semarang kak? Ra tekan noh >•<
Suk wae ng semarang aku ditumbasne lumpia yo :D

Reply
avatar
24 December, 2016 17:41

Yaaahhh kalo meremm ga keliatan lah. Ada2 aja. Wkwkwk

Kalo ke magelang wajib tuh coba

Reply
avatar
24 December, 2016 17:44

Owh jadi kamunya diem terus gigimu yang aktif mengunyah 😁 bagus itu. Wajib dicontoh wkwkwk

Reply
avatar
24 December, 2016 17:46

Langsung cusss ke magelang sono

Reply
avatar
24 December, 2016 17:48

Jangan lupa mampir mas :)

Salam kenal kembali. Thx sudah mampir

Reply
avatar
24 December, 2016 17:49

Trima kasih sudah mampir mb april. Buruan cuss gih dibeli

Reply
avatar
24 December, 2016 17:51

Waduh, apa ya mas. Saya kurang tau soalnya kemarin hanya ngicipin yang getuk marem. Tapi setau saya keduanya sama2 oleh2 khas andalan kota magelang

Reply
avatar
28 December, 2016 10:33

jadi pengen makan gethuk nih, hehehe

Reply
avatar
28 December, 2016 17:27

Terlalu manis kak menurut aku..

Reply
avatar
29 December, 2016 05:26

Pengecualian buat blogger baik hati dan tidak sombong ms. Wkwkwk

Reply
avatar
03 January, 2017 10:15

Aku suka gethuk jenis ini, enak suma sayang langka

Reply

Punya pengalaman mirip? Ada Pertanyaan? Atau malah pengen curhat? Silahkan tinggalkan komentar kalau ada :)
Untuk menyisipkan gambar, gunakan <i rel="image"> ... URL GAMBAR ... </i>

Kalau kamu suka dengan artikel ini, jangan lupa share & like fanspage gubug kecil sang entung di facebook

Terima Kasih :)