Thursday, June 02, 2016

Naik-naik ke Gunung Gandul

Wonogiri, Gunung Gandul
Pabrik Jamu, Air Mancur
Dulu Gersang, Sekarang Subur
Berkat Waduk Gajah Mungkur
Wonogiri, Gunung Gandul

Bait pendek tembang dolanan tentang Wonogiri ini, rasanya cukup menunjukkan bagaimana Gunung Gandul memiliki keterkaitan erat dengan Wonogiri. Ya, gunung dengan ketinggian kurang lebih 600 mdpl ini memang cukup ternama di kalangan warga Wonogiri. Lokasinya yang masih masuk Wonogiri Kota, dan jalurnya yang bisa dilalui dengan menggunakan motor, lumayan membuat Gunung Gandul menjadi wisata alam pilihan kala bertandang ke kota tiwul.

Sumber: dokpri


Bagi warga Wonogiri, gunung gandul kerap kali dijadikan tempat outdoor sekolah-sekolah yang berlokasi di sekitaran Wonogiri kota, tak jarang beberapa perguruan bela diri di sekitaran Wonogiri pun mengadakan acara di sana. Ketika tahun baru tiba, puncak  gunung gandul menjadi tempat yang dipilih untuk menyalakan kembang api. Sehingga warga Wonogiri bisa menikmati kerlip warna-warni langit dari bawah.  

Pagi itu, seperti biasa, saya dan Nana lagi-lagi melakukan perjalanan tanpa rencana.  Ini bukan kali pertama kami ke Gunung Gandul. Tapi ini adalah sekian tahun dari kunjungan terakhir saya ke sana. Hem,,, Nyaris sepuluh tahun yang lalu.

Tak ada yang jauh berbeda dari kunjungan terakhir saya. Gunung Gandul masih sama. Rimbun pepohonan, rimbun semak-belukar semua masih asri seperti 10 tahun yang lalu. Nyanyi jangkrik, nyaring suara burung dan kadang selingan teriakan para kera di balik rungkut pepohonan, semua masih bisa saya dengar. Saya bersyukur, keasrian tempat ini masih terjaga, meskipun gunung gandul pernah pula mengalami kebakaran hutan beberapa tahun lalu.



pemandangan hutan Gunung Gandul

“Jadi, kenapa namanya gunung gandul?” Tanya saya pada simbah sekian tahun lalu.

Mata saya fokus memandang ke arah gunung gandul yang memang terlihat jelas dari emperan rumah kami.

“Karna puncaknya watu sing nggandul” terang simbah.

Saya mengangguk-angguk. Dari bawah memang terlihat sekali ada batu di puncak gunung. Sehingga meskipun Gunung Gandul terlihat berjajar-jajar dengan gunung yang lain, ia tetap memiliki ciri khas yang membuatnya berbeda dan mudah dikenali.

How to Get There?

Jadi, bagaimana cara kita menuju gunung gandul???

Ada banyak jalan yang bisa dilalui. Saya sendiri pernah ke sana dengan jalur yang berbeda-beda. Pernah lewat belakang RSUD Wonogiri, jalan dekat Plintheng Semar, dan yang terakhir kemarin, saya lewat jalur dekat terminal Wonogiri.

Karena niat kita ke gunung gandul untuk mendaki, olah raga sekaligus jalan-jalan, maka motor kita parkirkan di tempat parkir toko Baru. Dari parkiran toko Baru kita sempatkan bergumul sebentar dengan keramaian car freeday Wonogiri yang terbentang dari depan kodim sampai toko mas semar, sekedar cuci mata sekaligus membeli bekal perjalanan.

Perjalanan kami ke Gunung Gandul tentu tidak hanya kami lakukan berdua saja. Saya dan Nana sepakat mengajak 3 sepupu kami yang lain.  Lantaran hari itu pas hari Minggu, maka biarpun tanpa rencana, kami bisa berkumpul berlima melakukan pendakian bersama.

Dari Toko Baru, kita menyebrang, lewat jalan agak naik di samping toko buku sahabat. Jalan terus sampai bertemu perempatan patung sapu. Jalan lurus lagi melewati rel, kemudian gang pertama belok ke kanan. Lurus terus sampai penthok. Ambil ke kiri baru kemudian ikuti jalur naiknya. Di situ sudah mulai memasuki kawasan Gunung Gandul. Semak-semak sudah mulai lebat. Dan suara jangkrik mulai berebut mengerik. Nanti, setelah sampai di pertigaan aspal, ambil ke kiri jalan yang naik. Jalan menuju Gunung Gandul adalah jalan beraspal meskipun jalannya banyak yang rusak.

Patung Sapu
Habis melewati rel kereta ini, kita akan ketemu dengan gang pertama

Nah, pokoknya nanti kalau sudah ketemu jalan ini jalan terus sampai ketemu pertigaan aspal. maka ambillah jalan yang naik

Jika kamu bukan orang Wonogiri dan ingin jalan-jalan ke Gunung Gandul, maka kamu bisa ke Gunung Gandul sekaligus merasakan asyiknya transportasi menggunakan kereta Bathara Kresna yang berangkat dari Solo.

sumber: dokpri


Kereta yang bertarif Rp. 4.000 itu, nantinya akan turun di stasiun Wonogiri. Dari stasiun Wonogiri kamu bisa langsung ambil jalan ke kiri. Melewati belakang terminal Wonogiri lurus terus nantinya juga akan bertemu dengan perempatan patung sapu. Dan selanjutnya belok ke kiri, melewati rel lantas ikuti saja jalan yang saya terangkan di atas. Kalau masih bingung jangan ragu untuk bertanya arah pada penduduk sekitar. Karna orang Wonogiri itu, ramah dan baik hati kok. Macam saya gini^^

Naik ke Gunung Gandul tak membutuhkan waktu yang lama. Menggunakan motor, hanya butuh sekitar 15 menit. Sementara kalau mendaki seperti yang kami lakukan, hanya butuh sekitar  1, 5 jam untuk sampai ke puncak. Itupun bisa lebih cepat dari itu, kalau saja kami tak kebanyakan foto-foto, duduk makan bekal, gojegan tak jelas, juga ngerumpi ke sana kemari.

Gunung Gandul memiliki 2 puncak. Saya menyebutnya puncak bayangan. Lokasi puncak bayangan ini tidak begitu jauh dari penghabisan jalan aspal. Jadi, setelah jalanan aspal habis, kita akan dihadapkan dengan tangga berundak. Nah, puncak bayangan ini lokasinya cukup mudah dicapai. Namun meskipun mudah, pemandangan yang disajikan sudah lumayan yahut. Dari sini view Wonogiri sudah bisa dilihat. Daerah sekitar Krisak, seperti Waduk Tandhon, terlihat dari sini.

View dari puncak bayangan


Naik lagi, kita akan bertemu dengan puncak sesungguhnya. Namun untuk menuju puncak beneran ini perlu sedikit usaha diiringi doa yang terapal untuk menggapainya. Puncak Gunung Gandul berupa batu yang besar. Perlu kehati-hatian dan konsentrasi tinggi agar tak terpeleset.

Biar pun sedikit susah, tapi setelah sukses di atas watu nggandul, segala kesusahan itu terbayar sudah. Full view Wonogiri Nampak indah dan luas dari sini. Puncaknya lumayan luas. Kira-kira muat untuk 9 orang.

Menaiki batu semacam ini untuk menggapai puncak Gunung Gandul

Dimanapun lokasinya, dimanapun gunungnya, berada di puncak selalu asyik

Habis Berapa?

Naik ke gunung gandul tidak dipungut biaya sedikit pun. Kita hanya mengeluarkan uang untuk parkir di Toko Baru, serta membeli bekal. So, Gunung Gandul memang merupakan wisata hemat kantong di Wonogiri.

Do n Don’t

·         Bawalah lotion anti nyamuk saat kemari karena ada banyak nyamuk di sini.
·       Tidak perlu membawa bekal banyak-banyak, karena di pertengahan nanti, ada warung yang bisa kita temui. Warung tersebut buka sekitar pukul 10.00

Warung di Gunung Gandhul

·     Bawalah tas untuk menyimpan bekal. Karena gunung gandul merupakan tempat hunian ratusan kera, maka berhati-hatilah dalam membawa barang.
·    Sebisa mungkin jangan ke gunung gandul kala musing kemarau. Karena berdasar pengalaman saya, ketika saya akan ke gunung gandul waktu musim kemarau, para kera banyak yang turun gunung, memperlihatkan diri mereka. Mungkin mereka kekurangan makan dan sumber air. Saya pernah, gagal mendaki gara-gara para kera tersebut sudah muncul saat saya dan seorang teman baru saja akan memasuki jalur pendakian.
·     Sebaiknya jangan datang sendiri kalau ke Gunung Gandul. Gunung ini lumayan sepi, maka ada baiknya kemari secara beramai-ramai.
·       Tidak saya sarankan membawa sumber api, korek atau rokok. Ahh, jauhkan barang-barang itu dari tempat ini. Gunung Gandul mayoritas adalah pepohonan dan semak yang rimbun, sangat rentan sekali terbakar apalagi kala musim kering. So, sehati-hatipun anda, tidak membawa barang-barang itu akan jauh lebih baik
·         Ingat selalu untuk tidak membuang sampah di area gunung gandul.
·        Tolong, jangan gunakan Gunung Gandul sebagai tempat mesum. Bukan rahasia umum lagi bahwa Gunung Gandul banyak dijadikan tempat pacaran anak muda yang mengarah tindak ke-mesuman. Yeah, sayang sekali.
·         Ada baiknya ke sini di pagi hari. Supaya nantinya pas sampai puncak tidak terlalu panas.
·        Sebelum turun gunung, pastikan tidak ada barang yang tertinggal. Pengalaman saya kemarin, saat sudah turun gunung dan hendak pulang, saya baru sadar kunci motor saya tidak ada. Yang ternyata terjatuh waktu di tengah-tengah. Erin yang ternyata sempat melihat kunci motor saya tapi tidak meworo-worokan hanya terkekeh. Ia kira kunci itu bukan milik diantara kita. Yeah, sebagai akibatnya Nana dan Eryn harus kembali lagi ke atas demi mengambilkan kunci motor saya. Fiuhh. Mereka jadi naik dua kali.


Katanya, tempat ini tempat bertapa Semar. Saya sih nggak percaya. Tapi memang unik  tempatnya.
Semacam gua, dan jalan sempit menuju puncak


Wonogiri, nama ini berasal dari 2 kata. Wono dan Giri. Wono adalah alas, dan giri adalah gunung. Kira-kira memang seperti itulah gambaran tentang Wonogiri. Gugusan pegunungan terbentang seolah melingkupi kawasan ini. Gunung Gandul, merupakan salah satu gugusan pegunungan yang namanya paling tenar di Wonogiri. Kawasan ini cukup ikonik dan mengesankan wonogiri banget. So, sebagai penduduk kaki Gunung Gandul saya harapkan tempat ini selalu lestari dan terhindar dari kebakaran J


Lets keep traveling, dan peduli lingkungan

Related Posts

Naik-naik ke Gunung Gandul
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Punya pengalaman mirip? Ada Pertanyaan? Atau malah pengen curhat? Silahkan tinggalkan komentar kalau ada :)
Untuk menyisipkan gambar, gunakan <i rel="image"> ... URL GAMBAR ... </i>

Kalau kamu suka dengan artikel ini, jangan lupa share & like fanspage gubug kecil sang entung di facebook

Terima Kasih :)