Friday, April 03, 2015

Dan kamu adalah sebuah perbincangan




Ketidakmungkinan itu, menyakitkan ya???
Apalagi soal cinta



Sore itu dalam sebuah bangku kosong. Aku mendapatimu termangu. Memandang ke bawah, seolah ada sesuatu yang menarik di atas rerumputan nan hijau. Tak ada sesuatupun di sana, hanya beberapa semut tampak lewat. Ah, tapi aku tau bukan itu yang kamu amati.

Ajaibnya manusia, ia bisa menjadikan beragam objek menjadi proyektor. Bahkan rumputpun menjadi layar proyeksi dan pikiran sebagai komputer yang memutar film tentang refleksi beragam kejadian yang telah lalu. Bisa kutebak, kamu memang sedang melakukan apa yang disebut manusia dengan "melamun".

Heiiii, apa itu ditanganmu??? Bukannya itu botol bir? Bodoh! Kenapa kamu menenggak barang haram itu? Setahuku selama ini kamu adalah pria yang menjunjung tinggi kebenaran? Apa menenggak bir saat hidupmu bermasalah adalah sebuah kebenaran??? Apa kata kakakmu nanti? Kau bilang kakakmu adalah orang yang paling ingin kau bahagiakan? Dia akan sedih bodoh!

"Meong..." Aku mencoba berontak.

Akhhhh,,, mulutku tercekat. Aku ingin berkata dalam bahasamu. Akhhhh, tapi kenapa mulutku tak mampu mengucapnya.

"Meong... Meong..." 
Akhhh, aku hanya ingin mengingatkanmu. Ingin melihat kamu yang biasanya. Kamu yang begitu bersemangat, ceria, menyapaku, dan mengusap kepalaku. Kamu orang yang selalu memberiku makanan, aku tak ingin melihatmu frustasi seperti itu.

"Meong...." kugelayuti kakimu. Ayolah teman, letakan barang haram itu dan usaplah aku.

Kudapapti kamu hari ini yang tak seperti biasanya. Kamu hanya melengos.


"Uhuk... Akhhh!" kamu terbatuk, mulutmu mengerang. Matamu memejam kuat, seolah tak mampu lagi menahan rasa sakit.

"me.... ong...." kupelankan suaraku. Melihatmu seperti ini hatiku pilu.

"Glek... Glek..."

Hei, manusia bodoh! Apa yang kau lakukan? Kau kesakitan, tapi kenapa tenggakan tuakmu makin cepat? Itu bukan obat bodoh!? Bukankah kata orang-orang bir itu memperburuk kesehatan?

"Husss.... Pergi sana...!! Uhuk..."

Apa yang barusan aku dengar? Kau mengusirku? 

"Pergi kamu, pus! Aku tak mau kau melihatku begitu buruk hari ini! Tinggalkan aku sendiri!"

"Me..ong..."

Tuhan, aku benar-benar ingin menangis. Siapa yang tak bersedih melihatmu seperti ini? Kamu yang pernah menyelamatkanku dari kecelakaan, mengobati luka kakiku hingga sembuh, dan yang selalu memberiku makan tiap waktu.

"Sudahlah, pergi sana! Aku memang seperti ini! Aku bukan orang yang baik kucing bodoh! Kalau aku baik, gadis itu tak akan pergi! Aku juga bukan laki-laki pintar. Kalau aku pintar. Aku tak mungkin salah perhitungan dan membuat usaha yang kubangun tumbang seketika seperti sekarang"

"Meong...." kuusap kakimu. Mungkin aku tak bisa menepuk pundakmu, tapi beginilah caraku berusaha menegarkan.

"Kalau kau tak mau pergi! Aku yang pergi! Uhukkkk!" Kau berdiri dan berlalu pergi. Aku berusaha mengejar, tapi percuma. Kau 
Setengah berlari menuju rumah, lantas menvunci pintu rapat.

****

Tuhan....
Sejenak saja ijinkan aku menjadi manusia...
Aku tau kita berbeda...
Aku sama sekali tak menginginkan aku dan kamu bersatu menjadi kita...
Karna aku mengerti kita adalah dua takdir yang tak mungkin tersatukan...

Sudah tiga hari kau tergolek di sofa tak berdaya. Aku sedih bukan karna aku tak mendapat makan. Tapi aku takut jika penyakit yang kakakmu bilang kanker itu membuatmu pergi meninggalkanku selamanya.

Ayolah, disaat seperti ini, kenapa masih saja bir itu kau pegang erat???

 Ceritakan masalahmu padaku secara detil kawan. Mungkin aku tak bisa membantumu apa-apa. Bagaimanapun aku hanyalah seekor kucing, yang tak kan kau pahami ucapannya. Tapi setidaknya pundakmu akan terasa ringan.
"Kenapa dengan wanitamu? Kenapa dengan bisnismu?" ceritakan kawan.

"Meong...." aku bersuara lirih.
Kamu memandangku dengan mata sembabmu, lantas tersenyum.

"Hanya kamu yang setia di sini," ujarmu.

Oh, tuhan.... Hatiku runtuh mendengarnya. Kenapa denganmu wahai lelaki???
Tuhan, bukannya aku ingin melanggar takdirMu. Tapi kali ini aku benar-benar ingin menjadi manusia yang mampu menegarkannya.

Hemm, nyaris di setiap kesempatan kamu adalah topik perbincanganku dengan tuhan. Meminta padanya yang seharusnya tak boleh kupinta. Tapi kepada siapa lagi kita bisa meminta?

Kau mungkin bakal terkekeh saat tau aku bilang pada Tuhan aku ingin menggantikan posisi wanitamu. Hahaha, aku memang berharap film "gumiho" ataupun "little mermaid" itu ada, nyata, dan memang terjadi padaku. 

Wahai lelaki baik hati, cinta dua perwujudan ini mematikan logikaku. Membuatku berani bermimpi melanggar keharusan yang seharusnya tak diperbolehkan. Takdir kita berbeda.

Cinta? Ah, ya. Romance picisan mungkin sedang menghinggapiku. Kebaikanmu membuatku jatuh cinta.

Tapi lagi-lagi, siapa aku? Seekor kucing yang tak kan kau mengerti ucapannya. Seekor kucing yang tak punya ekor 9 namun berharap menjadi gumiho.


"Tettt... Tetttt..." nada pendek hp mu bunyi.
Heiii, kenapa tak kau angkat??? Mungkin itu kakakmu! Ayo angkat! Biar dia pulang dan merawatmu!

"Tet.... Tett...." nada itu terus berbunyi berkali-kali. Kulirik hpmu. Aku tak mengerti tulisannya. Tapi seingatku ketika tulisan itu muncul kau akan berwajah sumringah, dan berteriak "kakak!!"

"Meong... Meong...."
Kucoba dekati kamu. Tapi....
Tubuh itu tak bergerak

"Meong... Meong.... " aku mencoba membangunkanmu. Kucakar tanganmu.

"Meong... Meong"
Tubuh itu tetap tak bergerak

"Meong... Meong..."

Tuhan.... Kali ini aku perlu berbincang lebih serius

***&***



---fubuki aida---
Sebuah inspirasi dari seekor kucing yang tak juga mau pergi dari kos-kosan




Related Posts

Dan kamu adalah sebuah perbincangan
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

4 comments

Tulis comments
avatar
03 April, 2015 11:09

Seperti cerita putri duyung berharap dia ingin memiliki kaki begitu pula dgn cerita ini...
hehehehehe..
tp dr cerita ini dpt diambil hikmahnya jg sihhh..
"Jika kau memiliki maslah berlari lah ke tempat yg benar bukan ke pelarian yg salahh"..
Bukan utk mengurui tapi sebagian dr kita pasti akan lari ke hal-hal negatif jika mereka memiliki maslah...
author nya kerennn dehhh
semangatt author...

Reply
avatar
06 December, 2015 06:03

Thx kawan udah mampir :-D telat yo balesnya. Haha

Reply
avatar
06 December, 2015 06:03

Thx kawan udah mampir :-D telat yo balesnya. Haha

Reply

Punya pengalaman mirip? Ada Pertanyaan? Atau malah pengen curhat? Silahkan tinggalkan komentar kalau ada :)
Untuk menyisipkan gambar, gunakan <i rel="image"> ... URL GAMBAR ... </i>

Kalau kamu suka dengan artikel ini, jangan lupa share & like fanspage gubug kecil sang entung di facebook

Terima Kasih :)