Thursday, June 22, 2017

Skripsi, Traveling, Bersama Asus E202

Lomba blog by http://www.uniekkaswarganti.com/


Pada dasarnya saya itu tidak menyukai sebuah aktifitas yang mengharuskan saya tinggal di dalam ruangan. Karena itulah jika akhir-akhir ini teman-teman saya menanyai saya, “kamu kok skripsi dolan-dolan terus tho?” ini sejatinya adalah wujud pelarian saya karena saya bosan terus-terusan di dalam ruangan. Skripsi saya kerjakan di dalam kamar, saat saya kerja pun saya juga di dalam ruangan. Kan bosan.

Dalam angan saya, sebenarnya saya pengen sembari jalan-jalan, saya bisa mengerjakan skripsi. Jadi semisal nih, saya sedang bosan di kamar, saya lantas bisa pergi membawa laptop kemanapun saya suka. Misal ke Taman Balai Kambang Solo. Mengerjakan skripsi diantara hamparan rumput yang hijau, atau sembari duduk di bangku tepian danaunya tampaknya bakalan cukup ampuh menghalau bosan dan memacu semangat merevisi segala coretan dosen. 

Kalau tidak, misal nih, ketika pulang kampung ke Wonogiri, saya bisa mengerjakan skripsi di Taman Tombo Galau Waduk Gajah Mungkur. Atau mungkin, malah naik Bukit Joglo Wonogiri. Menikmati teduhnya angin dan indahnya pemandangan alam Wonogiri sinambi ngetik menyelesaikan bab per bab. Ahh, kelihatannya syahdu sekali.

View Waduk Gajah Mungkur


Masalahnya, saya punya kendala yang cukup menyebalkan. Laptop saya merupakan laptop yang usianya sudah cukup lama. Sebuah laptop yang usianya sudah nyaris 6 tahun dengan kondisi baterai yang sangat memprihatinkan. Laptop saya bagaikan popeye yang harus terus menerus mengunyah bayam. Ya, Laptop saya baterainya gampang koit. Saat kondisi baru saja ketahanannya hanya sekitar 2,5 jam. Dan seiring berjalannya waktu, laptop saya jangankan 2,5 jam, 10 menit tanpa dicolok listrik saja sudah tewas. 

kelahiran laptop saya

Inilah yang menjadikan saya tidak pernah menjalankan angan-angan saya untuk mengerjakan skripsi sembari menikmati alam bebas. Akibatnya, ketika traveling, ya saya cuma traveling saja. Ketika ada waktu senggang diantara waktu traveling, seperti saat naik bus maupun kereta. Waktu tersebut ya cuman saya pakai untuk mengobrol dengan teman perjalanan atau orang yang saya temui. Memang sih, ngobrol itu asyik. Tapi ketika kita masih punya tanggungan, ini jadi kurang optimal dan hanya menjadi pemborosan waktu.


Berangan Memiliki Asus E202



Saat melihat iklan Asus E202 di website resmi Asus, saya langsung suka dengan notebook ini yang fotonya berjajar seperti kipas dengan warna-warni yang beraneka rupa. Selama sekian tahun, laptop saya warnanya cuman hitam. Karena itu, ketika melihat laptop Asus E202 saya langsung tertarik. Notebook yang hadir dalam versi Windows 10 dan juga DOS ini tersedia dalam pilihan warna Silk White, Dark Blue, Lightning Blue dan Red Rouge.

Saking tertariknya, saya coba membaca satu persatu kalimat yang menerangkan spesifikasi mengenai laptop ini, hla kok ternyata semua sesuai dengan apa yang sedang saya butuhkan.

Yang paling menonjol dan sangat sesuai dengan kebutuhan saya adalah masalah baterai.  Notebook berukuran A4 ini menggunakan prosesor Intel hemat daya yang menawarkan masa aktif baterai hingga 8 jam, dan memiliki port USB 3.1 Type-C yang sangat menghemat waktu, karena USB dapat dicolok dengan berbagai arah dengan colokan reversible setiap saatnya dan kecepatan transfer USB 3.1 ini lebih cepat 11x dibandingkan USB 2.0.

Kebayang sekali saya jadi tidak perlu khawatir saat membawa laptop ini ke Bukit Joglo yang tidak ada colokannya, karena baterai laptop ini tahan lama. Apalagi ukurannya yang cuma seukuran kertas A4 dengan berat 1,2 kg. Bakalan lebih enteng dari laptop lama saya. Cocok sekali dibawa traveling karena tidak akan terlalu memenuhi tas.

“Ini kamu revisi sekarang ya! Habis ini saya cuti soalnya. Sekalian saja!” ujar seorang dosen pebimbing KP saya beberapa bulan lalu.

Dosen itu memang kerapkali melakukan hal yang terduga. Termasuk meminta merevisi laporan seketika. Kala itu, saya cukup gelagapan. Saya tidak membawa laptop waktu itu. Akhirnya ya sudah, revisian laporan KP saya yang merupakan syarat mengambil skripsi waktu itu terpaksa saya tunda. Nah, belajar dari pengalaman inilah saat skripsi saya selalu menenteng laptop. Jaga-jaga kalau permintaan revisi mendadak seperti saat saya revisi KP terjadi lagi. Mendengar tentang Asus E202 yang enteng, saya juga jadi kepikiran. Laptop ini nggak cuman simple dibawa traveling tapi simple dibawa kemana-mana. Bakalan cocok juga ini saya bawa wara-wiri kampus saking begitu ringan beratnya.

Makin produktif dan kreatif bersama ASUS E202



Ketika saya bisa membawa laptop kemanapun saya mau tanpa khawatir tidak menemukan colokan dan tidak perlu mengkawatirkan berat, saya rasa saya akan jauh lebih produktif. Karena dengan seperti ini saya bisa sekalian mengerjakan hobi saya sebagai travel blogger. Mengunjungi sebuah tempat, dan disaat bersamaan menulis tentang tempat itu, rasanya saya akan mendapatkan feel yang akan jauh lebih kuat, serta deskripsi yang jauh lebih detil. Dan karena Asus E202 ini dilengkapi dengan teknologi Wi-fi terbaru 802.11ac yang memiliki kecepatan hampir tiga kali lipat dari 802.11n, ketika ada sinyal wi-fi saya bakal jauh lebih cepat untuk memposting, maupun browsing untuk mengumpulkan berbagai bahan pelengkap sumber mengenai apa yang sedang saya tulis.Dengan begini, catatan travel blog saya bakal lebih cepat kelar, apalagi ketika itu merupakan catatan pesanan klien yang kerap kali bertenggat waktu.

Kadangkala, ketika sedang butuh inspirasi dalam mengerjakan tulisan, maupun skripsi, menyalakan musik adalah salah satu hal yang saya lakukan. Netbook Asus E202 ini masih dilengkapi dengan speaker sonic master yang menghadap depan dikolaborasikan dengan ASUS Golden Ear membuat suara yang keluar tetap jernih meskipun dalam volume tinggi. Hemm, inspirasi bakal keluar cepat banget nih, kalau ada fasilitas semenyenangkan ini. Notebook ini sepertinya memang cocok untuk para pekerja kreatif, terutama content kreatif, maupun orang-orang yang sedang skripsi dan membutuhkan intensitas mengetik lebih banyak. Iya sih, kalau dari spesifikasi yang tertulis di webnya  keyboardnya memiliki desain one-piecce chiclet keyboard. 

Apaan itu? 

Jadi menurut penjelasan dalam webnya keyboard dari netbook ini akan membuat pengalaman mengetik sangat berbeda, karena jarak antar keyboard 1.66mm yang menyebabkan pengetikan semakin nyaman dan kokoh. Bahkan disebutkan kalau keyboard ini tahan sampai 10 juta kali pengetikan. Hemm cocok sekali kelihatannya. Ya doakan saja, semoga nanti saya bisa meimilikinya.


*Artikel ini diikutkan dalam kompetisi Blog Competition ASUS E202 by uniekkaswarganti.com

Thursday, June 15, 2017

Solo Pluffy, Oleh-oleh Solo Bernafas Cinta Jessica Mila

Solo itu manis. 
Manis tutur aksara, perangai,  unggah-ungguh warganya dan tentu saja manis ‘wajah orang-orangnya ^^

Solo itu kota yang manis.
Ya, buat saya Solo itu demikian. Mungkin saking lamanya saya mengurban di kota ini, hingga rasanya tak terhitung sudah berapa banyak kenangan manis yang saya dapat. Mungkin kalau diumpamakan, kenangan manisnya jauh lebih besar dari luas wilayahnya. 

***
Beberapa hari menjelang Hari Raya Lebaran, tepatnya 16 Juni besuk, ranah kuliner Solo bakal diguncang kehadiran oleh-oleh baru yang merupakan bisnis salah satu artis manis Indonesia, Jessica Mila. Hadir dengan nama Solo Pluffy, kue Jessica Mila ini mulai besuk sudah bisa dijadikan cangkingan oleh-oleh kalau berkunjung ke Solo dan sekitarnya.


Solo Pluffy, cangkingan manis kalau ke Solo

kue solo pluffy1


Tiga rasa kue Solo pluffy  dihidangkan di depan saya dan teman-teman, di acara pengenalan kue ini kepada publik Sabtu lalu yang bertempat di Amaris Hotel. Tiga potong kue berbeda rasa itu bediri bersisian. Tampil menggoda dengan kelebihannya masing-masing: buliran coklat menghablur di atas sepotong kue rasa coklat, taburan hijau cornflake pada roti rasa green tea, serta penampakan cheese cake dengan keju yang begitu meleleh di sela-sela potongan kue kejunya. Perut saya seolah memprotes ketika saya tak kunjung memakannya. Tentu saja, karena foto-foto adalah hal pertama yang harus saya lakukan sebelum kue-kue itu habis terlumat.

“Pluffy ini  maksudnya fluffy…” ujar Jessica menuturkan kenapa ia menamai produknya Solo Pluffy.

Rupanya, pluffy ini berasal dari kata fluffy yang berarti halus. Sebuah artian, yang menggambarkan bagaimana kondisi kue Solo Puffy ini. Sebuah cake yang memiliki tekstur halus, lembut ketika digigit. 

Saya manggut-manggut sembari mengunyah, mengiyakan penjelasan Jessica. Solo Pluffy memang bertekstur lembut dan memiliki rasa manis. Sebuah rasa yang cocok dengan lidah orang Solo.

solo pluffy


Konteks halus sendiri identik dengan kota Solo. Sebagai kota yang kental dengan budaya Jawa, kota ini terkenal dengan masyarakat yang tutur kata serta sikapnya yang halus.

Seolah ingin mengedepankan nuansa Solo bangetnya, Jessica Mila pun mengusung tagline “Klangenan Kota Solo”  yang juga tertulis di kardusnya. Klangenan berasal dari bahasa Jawa kangen. Penggunaan katanya kerapkali disangkutkan dengan hal-hal yang membuat kita merasa begitu rindu. Kbbi sendiri menerjemahkan klangenan sebagai sesuatu yang menjadi kesukaan.

Kalau kita ‘suka’,  rindu dan kangen adalah dua hal identik yang lebih sering menyapa bukan?

Pun Solo Pluffy, kedepannya kue ini diharapkan menjadi klangenan-nya orang-orang kalau berkunjung ke Kota Solo

Sekotak Cinta Dan Bahagia Dari Jessica



Ditanya soal kenapa Jessica memilih Solo, ia mengatakan salah satu alasannya karena Solo adalah kota kelahiran ayahnya dan Solo Pluffy adalah sebuah persembahan spesial untuk sang ayah, serta masyarakat Solo. 

Nafas Solo Pluffy adalah cinta. Cinta kepada ayahnya, Cinta kepada Solo. Sementara muara dari cinta tentunya adalah harapan kebahagiaan. Mungkin nanti ketika membeli, tagline “Sekotak Cinta Dan Bahagia Dari Jessica” ini menjadi semacam energi positif yang juga akan mengalirkan kebahagiaan kepada para pembeli saat menjadikan Solo Pluffy sebagai oleh-oleh Solo. Kalau saya sendiri, tentu akan sangat bahagia kalau tiba-tiba ada yang datang membawakan sekotak kebahagiaan dari Solo Pluffy ini. Hehe.



Bagaimana Rasa Solo Pluffy?



Solo Pluffy memiliki empat varian rasa: Original Cake, Blueberry, Greentea Cornflakes, Chocho Cornflake, cheescake. Kalau saya, biar gampang saya sebut saja rasa: original, blueberry, greentea, coklat dan keju.

Rasa cake ini manis, namun kelebihannya adalah rasanya tidak eneg. Selanjutnya, rasa manis ini dibalut kekhasannya masing-masing lewat topping serta isiannya. Saya sendiri favorit dengan yang rasa keju. Bagi saya yang suka keju, lelehan keju Solo Pluffy enak. Paduan yang pas dengan rasa kuenya. 

Kalau teman saya, ia begitu doyan dengan  yang rasa greentea. Ia berpendapat kalau yang rasa greentea aromanya segar. Secara keseluruhan, Solo Pluffy enak. Sebuah kue yang pantas dijadikan oleh-oleh kalau ke Solo. Apalagi, Solo Pluffy memiliki kemasan packing yang kece. Desain wadahnya kekinian. Cenderung memiliki tampilan clean, dengan bahan kertas yang cukup tebal namun ringan. Kesan elegan pun terpancar dari luar, dan menggugah selera ketika dibuka. 

Berapa Harga Solo Pluffy?

Nah, karena Solo Pluffy sudah pembukaan. Ini informasi harga yang saya peroleh. Harga Solo Pluffy rasa Greantea Cornflake, Cheese, dan Choco Cornflake Rp. 58.000. Sedangkan Solo Pluffy rasa Blueberry Harga Rp. 55.000. Sedangkan Yang rasa original harga Rp. 48.000



Sebagai kota Budaya yang sudah lama ada, Solo memiliki ragam oleh-oleh khas. Ada Serabi, Leker, Brem, Ampyang, Serundeng dan masih banyak lagi. Kalau ke Solo, makanan tradisional ini tentunya juga tak boleh terlewat karena ia ciri khasnya Solo.

Nah, kehadiran Solo Pluffy ini melengkapi  ragam oleh-oleh yang sudah ada. Jadi ketika ke Solo, memadukan antara oleh-oleh kekinian dan oleh-oleh tradisional adalah hal yang manis untuk dilakukan.  

Penasaran dengan Solo Pluffy? Datang langsung saja ke gerainya. Alamat Lokasi Solo Pluffy:

Solo Pluffy
Jl. Ronggowarsito No.145, Timuran, Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57131
Web: solopluffy.com
(0271) 637492






Tuesday, June 13, 2017

Menikmati Buka Puasa All You Can Eat di Barelo Solo

Ketika saya datang, Andri sudah sibuk dengan kameranya. Mengarahkan kamera menghadap barat. Entah memfoto mentari yang hendak tenggelam, entah memfoto nuansa taman Barelo yang menghampar hijau dengan rumput sintetiknya, entah apa yang dijepretnya saya juga tidak bertanya.

Pokoknya saya langsung gabung saja, foto-foto sisi luar Barelo. Menjepret beberapa sudut yang menurut saya menarik meskipun sesudahnya saya harus menghapusi banyak foto lantaran kamera saya tidak kuat dengan cahaya sore yang mulai remang. Baru saja diservis, kamera harus oleng lagi. 

Dari taman, kami beranjak ke kolam renang. Mengambil beberapa gambar yang beberapa waktu sebelumnya juga gagal saya ambil ketika menemani sepupu berenang kemari saat malam hari. Ganti kamera tampaknya memang seharusnya menjadi solusi. Tapi ya sudahlah, untungnya meski tak begitu cling, setidaknya bisa lebih jelas daripada foto kolam yang saya ambil beberapa malam sebelumnya.



Selesai dengan sisi kolam dan taman, kami kembali ke dalam resto. Aneka rupa menu buka puasa sudah siap. Deretan kue-kue sudah berbaris rapi. Aneka jajan pasar pun tertata melingkar siap untuk dicomot. Adzan masih beberapa menit lagi berkumandang, tapi melihat seperti ini perut  sudah berisik menabuh bedug. 



Barelo Solo yang luas mulai riuh dipenuhi tamu. Sebagian tamu hotel, sebagian lagi mungkin pengunjung yang memang sengaja datang untuk makan di Barelo Resto. Namun biarpun resto ini ramai di jam buka puasa kemarin, suasana yang asik tetap bisa saya dapat. Kerapkali keramaian menyisakan pengap dan berisik yang menyebalkan. Namun Barelo tidak demikian.

Mungkin karena ruang indoor resto ini dikelilingi kaca. Sehingga kesannya makin lapang. Mungkin juga karena ruangan ini berAC, didukung desain properti yang berkesan modern, elegan dengan corak warna ringan. Makanya riuh pun saya tetap mendapat kesan nyaman. Saya dan Andri bisa dibilang beruntung, kedatangan kami bertepatan dengan saat Barelo dilengkapi dengan live music yang hanya ada di hari Selasa dan Kamis.



“Menu kita hari ini masakan nusantara,”

Menjelang waktu berbuka, Mbak Emma  salah satu PR Swiss Bellin menemani kami menikmati aneka rupa menu buka puasa. Darinyalah saya jadi tahu bahwa konsep menu buka puasa Barelo  Solo dibuat thematik. Hari itu masakan Nusantara, hari selanjutnya masih ada tema Arabic, Asian dan Western Menu.

 Pantas saja ragam jajan pasar memenuhi meja. Serta menu jenang sungsum, kolak, serta terancam juga tersedia. Bersyukur  pokoknya, karna untungnya saya datang pas di hari menu bertema nusantara. Lidah ndeso saya lebih cocok dengan taste lokal soalnya.

Saya ingin mencicip semar mendem, jenang sumsum dan semua jenis makanan pembuka sebenarnya. Tapi mengingat kemampuan perut akhirnya pilihan hanya jatuh pada mendut, kue, puding dan tahu susur.

Kami bertiga duduk di sebuah meja di pinggir kaca Barelo. Dari cerita-cerita masalah blog, promo ramadhan Swiss Bellin Solo, sampai cerita tentang asal kami masing-masing yang semuanya ternyata orang Solo coret alias bukan Solo Asli.

“Wah Mbak, harus cobain bubur Banjar di Masjid Darusalam,” ujar saya begitu Mbak Ema bercerita bahwa dirinya berasal dari Banjar Kalimantan.

“Owh Ya? ada?” tanyanya. Selanjutnya saya cerita panjang lebar tentang bubur Banjar kesukaan saya itu. 

“Saya malah nggak tahu ya bubur khas Banjar? Saya tahunya cuma bubur Asyura bubur yang dibagi pas bulan Suro. Sama itu, jadi Kalau di Kalimantan ada pasar wadai. Wadai itu artinya kue. Jadi kalau pas ramadhan ada yang jual kue-kue khas. Mungkin itu bubur yang di daerah tertentu. Atau mungkin itu ya bubur Asyura itu?” tanyanya.

Saya menggeleng. Nggak tahu juga. Dalam kepala saya, yang terbayang pokoknya buburnya enak. Itu saja sih. Hehe.

Sejak kuucap kata tobat, sebelum Kau memanggilku kembali padamu…

Langgam live music masih mengalun. Melantunkan lagu-lagu ramadhan serta beberapa kali diselingi lagu kekinian termasuk pula lagu lawas. Mungkin maksudnya supaya semua orang di Barelo Solo yang nampaknya memang lintas usia bisa menikmati. Saya sendiri untungnya soal musik tak pernah pilih-pilih. Asal bukan rock saja saya oke.

Jika dulu tulisan saya tentang Barelo Resto ketika siang. Kini kedatangan saya menjelang malam.Gelap luar dipandang dari kaca-kaca Barelo terlihat mulai pekat. Barelo Solo semakin malam auranya semakin syahdu saja. Gelap malam di luar beradu dengan terang di dalam. Dalam satu waktu seperti terjadi perebutan kubu hitam dan putih yang bisa terlihat bersamaan dari balik kaca-kaca yang mengelilingi. 

“Sungai di Banjar itu kelihatannya lebih luas kalau dibanding sungai di sini ya? Dulu sewaktu kecil, saya sering berenang di sungai bareng sekitar 10 an orang temen-temen,” disela-sela kami menikmati menu pembuka Mbak Ema bercerita tentang jaman kecilnya sewaktu di Kalimantan.

Barelo Solo auranya memang asyik untuk ngobrol. Nggak terasa saja, obrolan kami bertiga jadi melenggang ke sana kemari bahkan membahas masa-masa dimana masing-masing dari kami masih kanak.

“Dulu, main di sungai pelampungnya itu sederhana. Pakai kain yang dikembangkan, kalau nggak pakai ember yang dibalik ,” lanjutnya lagi. Saya membulatkan bibir. Bisa ya? Imajinasi saya lantas terbang ke ember merah di kos-kosan sedang terapung-apung di luasnya sungai Kalimantan. Duhh, saya selalu suka menyimak cerita masa kecil yang unik-unik semacam ini.

Obrolan masih berlanjut. Dari menu pembuka yang sampai habis, lanjut ke menu makanan cumi cabai hijau yang cukup favorit di lidah saking enaknya, sampai kolak yang habis tak bersisa dari gelas saya saking segarnya. Obrolan terjeda ketika kami harus Magrib dulu. Tapi setelahnya, tetap berlanjut lagi.



Rawon Surabaya menjadi makanan terakhir yang saya cicipi. Sejak saya main ke Banyuwangi 2 tahun lalu, saya sedikit ilfil sebenarnya makan rawon. Maka dari itu, sudah 2 tahunan ini saya ogah ngicip rawon bahkan ketika saya pernah diajak ke warung Rawon terkenal sewaktu ke Blora. Ujungnya waktu itu di warung rawon saya cuman pesan es teh saja. Saya kapok makan rawon yang buat saya rasanya nggak banget sewaktu ke Banyuwangi. Tapi kemarin itu, karena rawon disajikan spesial buat kita saya terdorong juga untuk mencicip rawon Surabayanya Barelo Solo.

 Hla kok tibake enak

Dagingnya cenderung lembut, dan meskipun dilengkapi telur tapi masaknya tidak amis. Bumbunya pun pas. Beda sekali dengan rawon terakhir yang saya icipi di Banyuwangi dulu yang bikin saya trauma saking rasanya nggak karu-karuan. Syukurlah, untung saya kembali menemukan cita rasa enak dari semangkok rawon. Nggak kebayang andaikan kemarin rasanya mirip rawon yang saya makan dulu. Mungkin saya selanjutnya beneran ogah lagi makan rawon selamanya. 

Selama Bulan Puasa, Barelo Solo menawarkan promo buka puasa All You Can Eat. Resto yang merupakan bagian Hotel Swiss Bellin Sari Petodjo ini menawarkan promo buka puasa dengan menu makan thematic dengan harga Rp. 90.000,- nett dengan bonus Buy 10 get free 1. 

Untuk kamarnya sendiri, promo hotel Swiss Bellin Solo selama Ramadhan menawarkan kamar deluxe seharga Rp. 475.000,- nett sudah termasuk breakfast/sahur untuk 2 orang. Serta Rp. 565.000,- nett termasuk breakfast/sahur & Ramadhan package untuk 2 orang.

Ini ada satu vidio yang menggambarkan suasana buka di Barelo Solo kemarin








Nah kalau mau reservasi buka puasanya atau kamarnya bisa ke:

Swiss Belinn Saripetojo Lt 5
Jalan Brigjen Slamet Riyadi No.437, Sondakan, Laweyan, Sondakan, Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57147
telp: 0271 745 1111




Tuesday, June 06, 2017

3 Rekomendasi Tempat Buka Puasa Di Solo, Yang Bisa Membantumu Menentukan Pilihan

Datang setahun sekali, membuat ramadhan menjadi momen spesial  bagi kaum muslimin. Sekedar reuni, atau mengakrabkan kebersamaan dengan orang-orang spesial di momen spesial menjadi alasan tersendiri bagi banyak orang untuk melakukan aktivitas buka bersama. 

Namun kadang bingung juga menentukan mau buka puasa dimana? Karna memilih tempat buka puasa bersama itu banyak hal yang harus diperimbangkan. Melihat siapa yang mau diajak, ini menjadi satu hal yang penting dan hal pertama untuk dipertimbangkan. Setelahnya, baru  menentukan tempat mana yang mau didatangi 

Saya sendiri kerap kali bingung pas ditanya pertanyaan seperti ini: jadi, kita mau buber kemana? Karna relung hati saya kalau ditanya teman pertanyaan ini pasti mengusulkan “Bubur Banjar alias Bubur Samin” . Alasannya, karna memang  saya doyan sekali dengan bubur khas ramadhannya kota Solo tersebut. Alasan lain, jelas, karna gratis adalah kenikmatan lain yang tak bisa saya pungkiri. Bahagia itu kadang memang sesederhana mendapat gratisan :D

Tapi tentu, nggak semua orang bisa seenaknya saja saya ajak buka puasa ke Bubur Samin. Lucu pastinya, andaikan saya ngajak rombongan satu RT buka puasa di Masjid Darusalam. Duhh, ngebak-ngebaki antrian saja. Tanpa kehadiran saya saja tempat itu sudah berjubel.

Maka dari itu, buka bersama ke tempat yang memang khusus buat makan adalah solusi paling layak dan paling bijaksana. Nah, beberapa tempat di bawah ini mungkin bisa jadi pertimbangan kalau ingin berbuka puasa di Solo. Ada tiga tempat buka puasa di Solo yang saya tuliskan. Mulai dari yang harga anak kos,  harga menengah, sampai berkelas. 

Your Mushroom

menu your mushroom

Sebagai penyuka jamur, tempat ini jelas masuk rekomendasi saya. Tempat makan Your Mushroom menyediakan aneka rupa olahan jamur. Seperti oseng jamur, Rica jamur, aneka snack dari jamur, dan masih banyak lagi. Jamurnya juga bukan cuma jamur tiram, ada jamur kancing serta jamur merang. 

Perkara rasa, ketika di Your Mushroom, saya lumayan puas dengan masakannya. Apalagi ketika saya mencicip blackpeeper jamur kancingnya. Duhh, sukaak. Pedas mericanya itu yang bikin saya doyan. Resto Your Mushroom juga menyediakan aneka jenis jus yang variannya cukup komplit. Jadi bisa milih suka-suka.


Perkara harga jangan tanya, ini resto lokasinya dekat dengan kampus ISI juga UNS, jadi harga yang ditawarkan pun harga mahasiswa. Harga mulai dari 5 ribuan sampai dengan 7 ribuan. Benar-benar harga yang super nyaman di kantong.

Kalau mau dibawa pulang pun juga bisa. Your Mushroom menyediakan kardus yang tampilannya cukup kekinian. Packingnya  apik, jadi pas saya beli bareng teman-teman buat dibawa nongkrong nyari wifi, cukup kece lah. Kekinian desainnya.

Kalau mau dijadikan pilihan tempat buka puasa murah di solo Your Mushroom bisa banget. Nah, selama bulan puasa ini, resto Your Mushroom buka mulai pukul 16.00 WIB sampai 21.00 serta waktu sahur pukul 02.00-04.00. Selama bulan puasa, Your Mushroom juga menyediakan free kurma saat makan di tempat.

Your Mushroom Solo
Jln. Ki Hajar Dewantoro no. 16
Barat Gapura ISi Solo

Double Decker Solo

Double Decker

Kalau pernah lewat Solo Baru, tentu tak asing dengan penampakan resto yang bagian depannya berbentuk sebuah bus warna merah. Itulah Double Decker. Resto ini  bernuansa tempat makan modern dengan tema film hollywood. Memasukinya saya merasa  sedang berada di Amerika era lampau. Benar saja, dari tulisannya yang terpasang, resto ini memang dikonsep supaya pengunjung mendapat suasana Amerika tahun 1950.


music double deckerbuka puasa di solo double deckersuasana double deckerinterior double deckerruang double deckerdouble decker gaya amrik
Yang menarik, Resto Double Decker dilengkapi pula dengan live music. Serta pilihan tempat makan yang tidak hanya berfokus pada satu lantai. Tapi bisa pula memakai lantai dua maupun tiganya jika ingin mendapat pemandangan dari sudut lain. Bahkan di dalam bus yang terlihat dari luar itupun bisa.

Nah, selama bulan puasa ini, Double Decker menawarkan cukup banyak pilihan paket berbuka. Sehingga pas banget kalau kesini rame-rame bareng keluarga atau teman-teman. Double Decker bisa dijadikan pilihan tempat buka puasa di Solo lantaran pilihan paketnya super komplit.


wagyu steak double decker
Wagyu Steak

Ada promo Buy 1 Get 1 free bagi pembelian Wagyu Meltique Steak  200 gr cukup dengan membayar Rp. 118.800++. Promo berlangsung 1-30 Juni 2017. Pilihan gratisannya bisa memilih Wagyu Meltique Steak itu sendiri, tetapi bisa pula memilih US Striploin Steak.  

Memang apa itu Wagyu Steak? Jadi itu steak yang kelebihannya merupakan daging impor yang memiliki tekstur lembut berbeda dengan steak yang lain.

Tapi tidak hanya itu, selama bulan Rmadhan, Double Decker juga memiliki promo All You Can Eat dan Paket Hemat Bukber. Paket Menu All You Can Eat di Double Decker Solo tersaji mulai dari ta’jil sampai dengan menu penutup. Promo All You Can Eat dibanderol dengan harga Rp. 50.000,- net/pax yang berlaku tiap hari selasa selama Bulan Ramadhan jam 17.00-20.00 Lantas untuk Paket Hemat Buka bersama seharga Rp. 25.000 selain hari Selasa. Menu yang didapat adalah nasi  + teh dengan pilihan chicken mushroom, chicken teriyaki, chicken blackpepper, spicy chicken, barbeque chicken. Waktu promonya berlaku di jam 17.00-20.00 selama ramadhan.
Double Decker Solo Baru
Ground Floor Hotel Fave Solo Baru
Jln. Soekarno Solo Baru, Jawa Tengah.
Reservasi bisa ke :
Kasih (083865516517)
Intan  (0818252567)
Instagram Double Decker : @doubledeckerus

Best Western Solo Baru

Tempat Makan kok hotel?

Santai, Best Western memang hotel bintang lima yang lumayan mewah di Solo. Hotel jaringan internasional ini di bulan ramadhan juga menyediakan paket buka puasa. Jadi kalau mau buka puasa di Hotel Solo, Best Western bisa dijadikan pilihan.

chef best western soba

Aneka sajian menu Paket Buka Puasa dengan tema “Ramadhan Kareem in Marakesh” hari itu disajikan di Blue Garnet Pool Cafe, lantai 3 Best Western Premier Solo Baru. Dekorasi dan menu merupakan perpaduan antara Timur Tengah dan Indonesia. Sehingga suasananya pas diangkat kala menikmati buka puasa di bulan Ramadhan.

Untuk Paket Buka Puasa di Best Western Solo Baru harganya Rp. 100.000,- net/orang dengan buffet menu yang lengkap dari ta’jil appertizer, soup, main course, hingga dessert. Asyiknya, bagi penduduk sekitar Solo Baru yang bisa menunjukkan ID Cardnya akan mendapat diskon 10%


daging sapi best westernnasi kebuli

Selama bulan ramadhan ini, Best Western juga memiliki promo kamar dengan Ramadhan Charity Package Rp. 575.000,-net/malam. Benefit yang didapat adalah: free sahur atau makan pagi, 20% disc untuk buka puasa, 20% disc Spa & Massage, serta dari harga kamar akan diambilkan dan disumbangkan untuk anak yatim dalam benuk meal box.

Best Western Premmier Solo Baru
Jl. Ir. Soekarno, Madegondo, Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57552 Telepon: (0271) 623123

Nah, itu tadi tiga Tempat yang bisa dijadikan pilihan tempat buka puasa di Solo. Tapi biarpun nanti asyik ngumpul buka bersama, jangan lupa, Solat Magrib dan Jamaah Tarawihnya. Kadang kalau udah kumpul kan waktu nggak kerasa kalau terus berputar. Well, semoga Info diatas bisa bermanfaat buat nentuin pilihan tempat berbuka puasa. Ow iya, kau bisa juga baca artikel saya tentang Paket buka puasa All You Can Eat di Swiss Bellin Hotel